Selasa, 06 April 2010

TERAPHY OSTEOPOROSIS

Ada beberapa terapi untuk mengobati osteoporosis. Mulai dari terapi hormon, konsumsi suplemen, senam, hingga operasi. Berikut beberapa pilihan pengobatannya :


Bisphosphonates
Pengobatan jenis ini bisa digunakan untuk memperlambat penyerapan tulang dan memperbaiki tulang, serta mengurangi risiko terjadinya patah tulang. Jenis obat yang biasa digunakan adalah alendronate, etidronate, dan risedronat


Calcitonin
Pengobatan jenis ini melalui suntik atau semprotan untuk mengaktifkan kelenjar tiroid..Kelenjar ini berfungsi untuk membantu regenerasi tulang.


Terapi Sulih Hormon
Terapi ini bisa dilakukan bagi wanita yang memasuki masa menopause. Hormon yang diterapi tentunya estrogen (hormon yang berguna menjaga kelenturan dan kekuatan tulang.

Operasi
Cara ini biasanya ditempuh bagi mereka yang pernah mengalami patah tulang. Operasi berfungsi untuk memperbaiki posisi dan fungsi tulang pasca patah. Misalnya, bila patah di bagian tulang pinggul, operasi dapat dilakukan dengan membuang tulang pinggul dan menggantikannya dengan pinggul tiruan.

Ayo Cegah dengan Cara Ini:
1. Sadar akan usia yang semakin uzur dapat mengakibatkan osteoporosis.
2. Asupan kalsium yang cukup. Minum Nutrient High Calcium Powder dari Tiens
3. Paparan sinar matahari selama 30 menit (pagi sebelum pukul sembilan atau sore sesudah pukul empat).
4. Aktivitas yang cukup, senam beban (senam pencegahan osteoporosis dan senam osteoporosis).
5. Hindari rokok, alkohol, dan penggunaan obat-obat dari kelompok kortikosteroid.
6. Usahakan agar haid teratur
7. Selalu hidup aktif, jangan cuma duduk dan tidur. Aktivitas yang dinamis akan membuat tulang Anda menjadi keras dan kokoh.
8. Lakukan pemeriksaan kepadatan tulang ketika setelah menopause.
9. Sebagian besar penderita osteoporosis patah tulang karena jatuh di rumah.

Hati-hati dengan kondisi karpet yang melekuk, kabel yang melintang, atau lantai yang licin.


Fakta-Fakta

• Rata-rata asupan kalsium orang Indonesia per hari hanya 254 miligram. Padahal angka ideal zat yang penting bagi tulang ini minimal sebanyak 1000 miligram per hari.

• Amerika Serikat sebagai negara maju dan memiliki tingkat gizi yang lebih baik diketahui 44 juta penduduknya mengalami kepadatan tulang yang rendah.

• Setelah usia 35 tahun, baik pria maupun wanita akan kehilangan 0,3-0,5 persen dari kepadatan tulang mereka per tahun.

• Sedangkan selama 5-10 tahun pertama setelah menopause, wanita dapat kehilangan 2-4 persen kepadatan tulangnya setiap tahun.

• Pengobatan osteoporosis rata-rata memakan waktu antara 5-7 tahun. Pada dua tahun pertama, dilakukan pengukuran kadar mineral pada tulang (bone mineral density) setiap tahunnya. Setelah itu baru diperiksa setiap dua tahun sekali.

Kamis, 01 April 2010

BAGAIMANA AGAR WANITA BISA SUBUR dan CEPAT HAMIL

Pasangan suami istri dapat dikatakan mengalami infertilitas bila tidak juga mengalami pembuahan, padahal sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam periode setahun. Saat ini menurut kesepakatan para ahli defenisi infertilitas sudah berkembang, bukan hanya kegagalan pembuahan yg digolongkan infertilitas, wanita yang mengalami keguguran juga termasuk dalam kategori tersebut. Ada beberapa penyebab infertilitas yang dapat terjadi pada wanita. Berdasarkan WHO beberapa penyebab infertilitas pada wanita diantaranya adalah faktor Tuba Fallopi(Saluran Telur) 36%, gangguan Ovulasi 33%, Endometriosis 6%, dan hal lain yang tidak diketahui sekitar 40%. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa penyebab dari infertilitas pada wanita disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi atau karena gangguan pada proses Ovulasi. Tak sedikit pasangan suami-istri yang harus menanti bertahun-tahun dengan beragam usaha untuk bisa punya anak. Itu pun belum tentu ada hasilnya. Apa saja sebetulnya penyebab ketidaksuburan? Apa yang sebaiknya dilakukan agar cepat dapat momongan?
Lestari (31), pramugari sebuah penerbangan nasional baru berhasil hamil tiga tahun setelah menikah. Cerita lain datang dari Danang (45) karyawan d sebuah perusahaan swasta. Sudah hampir delapan tahun menikah, tetapi sang istri tak kunjung mengandung. “Padahal sudah banyak cara yang kami jalani. Istri sudah periksa ke dokter dan diberi vitamin segala,” ungkapnya. Seorang pemandu tur di sebuah perusahaan travel di Jakarta, sebut saja Ariyanto, baru mendapat keturunan setelah tujuh tahun menikah. “Setelah itu istri malah hamil terus-menerus sampai lahir empat anak,” tuturnya sambil tersenyum.

Ukuran Awal Setahun
Kasus-kasus tersebut menurut Dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, merupakan pertanda ketidaksuburan. Spesialis kandungan dan kebidanan dari Klinik Pasutri Tebet, Jakarta Selatan, ini menegaskan bahwa pasangan yang selama setahun setelah perkawinan tidak juga dikaruniai keturunan, jika melakukan hubungan intim secara teratur tanpa alat kontrasepsi, dianggap mengalami ketidaksuburan.
Pandangan Dr. Boyke itu sama dengan pendapat Prof. DR Dr. Wimpie Pangkahila Sp And dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tentang infertilitas seperti yang selalu dikemukakannya melalui rubrik seksologi. Sementara Prof. Dr. Arjatmo Tjokronegoro. Sp.And. Ph.D, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mendefinisikan infertilitas sebagai ketidakmampuan pasangan suami istri mendapatkan keturunan, setelah dua tahun menikah dengan hubungan seksual teratur tanpa upaya mencegah kehamilan.
Kesulitan mendapat anak seringkali ditimpakan kepada pihak wanita sebagai kambing hitam. Istri dinilai tidak subur, sehingga tidak bisa cepat hamil. Pemahaman seperti ini membuat wanita diharuskan menjalani terapi ini-itu, sementara sang suami ogah diperiksa. Padahal, baik suami maupun istri memiliki peluang sama dalam menimbulkan kejadian ini. “Keberhasilan kehamilan tidak dapat diandalkan hanya pada pihak wanita. Faktor penyebab infertilitas dapat berasal dari suami, istri, atau bersama-sama,” ujar Prof Arjatmo. Tercatat dalam data, penyebab ketidaksuburan 30-40 persen berasal dari pihak suami dan istri, dan 33-48 persén dari pihak pria. Prof. Wimpie, ahli andrologi sekaligus seksologi, menyatakan banyak penyebab gangguan kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Ketidaksuburan pada wanita antara lain disebabkan oleh kondisi yang disebut ovulation disorder. Itu merupakan gagalnya pelepasan sel telur atau indung telur benar-benar tidak menghasilkan sel telur matang, sehingga sulit diovulasi dan masuk ke saluran telur. Faktor lain yang bisa disebut adalah tertutupnya tuba falopi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada pelviks, infeksi saluran sel telur, serta gangguan pada selaput lendir rahim dan leher rahim yang disebut endometriosis akibat kista. Sementara pada pria, ketidaksuburan bisa terjadi karena azoospermia atau tak adanya produksi sel sprema sama sekali. Ada pula yang sel spermanya terproduksi, tetapi sperma yang dihasilkan terlalu lemah dan jumlahnya sedikit atau di bawah angka cukup (20-200 juta per ml). Kondisi yang disebut oligospermia ini membuat sel sperma tak mampu berenang mencapai telur atau mati sebelum menembus sel telur.
Dalam beberapa kasus, ketidaksuburan bisa diakibatkan penyakit genetik seperti ketidaknormalan kromosom atau cystic fibrosis.
Prof. Arjatmo menjelaskan bahwa 20 persen faktor penyebab infertifitas sebenarnya belum bisa diketahui. Seorang dokter kandungan yang juga pengarang buku the Whole Pregnancy Handbook, Joel Evans, MD, menyebutkan. “Sekitar 60 sampai 70 persen penyakit terkait dengan persoalan gàyá hidup. Sangat masuk akal bila mengubah gaya hidup dibantu dengan obat bisa meningkatkan kesuburan pada pria dan wanita.”

Ubah Gaya Hidup

Selanjutnya Evans menyebutkan, ketidaksuburan bisa terjadi akibat perilaku seksual tak sehat yang berulang-ulang. Contohnya, suami istri cenderung menggunakan pelumas saat berhubungan seksual. Pelumas ini bisa memengaruhi kondisi sel sperma.
Kelewat sering berhubungan seksual pun bisa menurunkan mutu sel sperma. Untuk menghasilkan keturunan, hubungan seksual cukup dilakukan seminggu 1-2 kali pada saat wanita dalam keadaan subur.
Perilaku lain yang berisiko memicu ketidaksuburan antara lain kebiasaan minum alkohol, merokok, dan ngobat (mengonsumsi obat-obatan psikotropika). Diet yang berlebihan atau anoreksia pada wanita juga bisa menyebabkan ketidaksuburan. Demikian juga kebiasaan memakai celana dalam atau celana pendek yang terlalu ketat.
Stres menjadi kondisi terawan yang dialami wanita maupun pria. Pada wanita, stres bisa menyebabkan haid tidak teratur yang akhfrnya mengganggu proses ovulasi. Sementara pada pria, stres memengaruhi produksi sel sperma.
Semua kebiasaan tersebut dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup. Anda mungkin perlu menghindari faktor resiko tadi, misalnya penggunaan pelumas. Sebaliknya mulai mencoba teknik pelepasan dan pengelolaan stres.

Sumber: Kompas


Rekomendasi Produk Herbal
1. NUTRIENT HIGH CALCIUM POWDER [ TIENS PRODUCT ]
2. VITALITY SOFTGEL CAPSULES [ TIENS PRODUCT ]
3. ZINC CREAM SUPPLEMENT [TIENS PRODUCT ]
4. BENEFICIAL CAPSULES [ TIENS PRUDUCT ]