Rabu, 18 April 2012

Cara Mudah Deteksi Diabetes pada Bayi

Tidak seperti orang dewasa, gejala diabetes pada anak sulit diketahui. Pasalnya, mereka tidak dapat secara langsung mengomunikasikannya pada Anda.

Diabetes pada bayi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang paling berbahaya karena sulit dideteksi. Namun, jika tidak diketahui dalam waktu yang tepat, bahaya seperti kerusakan parah pada bayi dapat terjadi dalam hitungan beberapa tahun.

Kerusakan mencakup penglihatan yang buruk, masalah ginjal, dan lain-lain. Gejala utama dari diabetes seperti kelelahan, sering haus, sering buang air kecil, sulit dipahami bagi orangtua karena bayi tidak bisa mengungkapkan dengan banyak kata.

Jika ingin memastikan bahwa si kecil tidak memiliki diabetes, Anda perlu waspada terhadap tanda-tanda tingginya gula darahnya.

Berikut tanda-tanda diabetes pada bayi, sebagaimana dilansir Boldsky, Rabu (18/4/2012).

Kehausan

Sama seperti orang dewasa, tanda-tanda diabetes pada bayi pun dilihat dari dehidrasi atau tidaknya dia. Sulitnya, bayi tidak dapat memberitahu sedang merasa haus sehingga Anda harus selalu waspada. Perhatikan berapa banyak jumlah botol air atau cairan yang bayi Anda habiskan dalam sehari.

Tanyakan dokter anak, berapa banyak asupan air yang normal bagi kelompok umur tertentu sesuai usia bayi Anda.
Jika selisihnya sedikit, tidak mengkhawatirkan. Tetapi jika perbedaannya sangat besar, Anda perlu penyelidikan lebih lanjut.

Sering buang air kecil

Sulit untuk diketahui berapa banyak bayi buang air kecil. Pertama, mereka belum terlatih ke toilet dan buang air kecil setiap saat. Namun, Anda dapat mendeteksinya dari berapa banyak popok yang diganti dalam satu hari.

Berat badan turun

Kebanyakan bayi turun berat badannya saat belajar berjalan. Jika anak tidak terlalu aktif tapi kehilangan berat badan meski jadwal makan teratur, maka bisa berpotensi diabetes.

Kelelahan

Biasanya saat tidur siang, bayi hanya tidur sebentar. Tetapi jika dia tidur lebih lama dari biasanya, Anda perlu untuk memeriksanya.

Jika bayi Anda menolak untuk bermain, tidur selama berjam-jam lebih dari normal dan menunjukkan kurangnya kekebalan, Anda perlu mengunjungi dokter anak segera.

Luka yang tidak sembuh

Jika Anda melihat bahwa sang buah hati mengalami luka atau luka kecil yang lama masa penyembuhannya, bisa jadi berpotensi diabetes.
(tty)

Senin, 19 Maret 2012

Cara Kerja Kunyit Mencegah Pikun

Kunyit juga merupakan salah satu pewarna pada makanan seperti keju, mustar, dan mentega. Yang tak kalah menarik, para peneliti kini menemukan bahwa kandungan yang ada pada kunyit ternyata banyak berguna bagi tubuh. Diantaranya;

* University of Texas menemukan bahwa curcumin (kandungan dalam kunyit) bisa menghambat pertumbuhan melanoma dan memperlambat penyebaran kanker payudara.

* Beberapa dokter memiliki teori bahwa kunyit, yang banyak digunakan dalam makanan kari adalah salah satu penyebab mengapa rating penyakit Alzheimer di India amat jarang. Hanya seperempat dari penderita di AS.

* Riset di Italia menemukan, para penderita osteoarthritis yang mengasup suplemen dengan bahan dasar kunyit mengalami perbaikan sebanyak 58 persen dalam hal rasa sakit dan kekakuan.

* Menurut University of Maryland, kunyit juga membantu pasien yang mengalami masalah ulcerative colitis.

* Studi lain juga menunjukkan, kunyit bisa menurunkan kadar gula darah dan kolesterol.

* Dalam pengobatan China dan Ayurveda, kunyit digunakan juga untuk membantu mengatasi masalah pencernaan, pembersihan ginjal, dan membantu memperbaiki siklus menstruasi.

* Riset di University of South Dakota menemukan bahwa sel kanker yang tereskpos curcumin ternyata bisa lebih responsif terhadap kemoterapi dan radiasi.

* Dipercaya pula kunyit bisa memperlambat progres penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis. Di negara-negara yang banyak menggunakan kunyit dalam makanan, seperti India dan China, penyakit-penyakit semacam ini amat jarang ditemukan.

* Dalam pengobatan tradisional, bubuk kunyit yang dibuat menjadi pasta digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan alergi.

* Kunyit adalah bumbu yang termogenik, menimbulkan panas, sehingga bisa membantu menurunkan berat tubuh.
Keberadaan kunyit sebagai bahan dasar untuk membuat bumbu makanan seperti kari, memang sudah tidak asing lagi. Tetapi sadarkah Anda bahwa kunyit juga menyimpan manfaat tersembunyi terutama dalam mencegah penyakit demensia atau pikun?

Ya, sebuah riset terbaru mengindikasikan, mengonsumsi kari secara rutin dapat mengurangi risiko mengembangkan kondisi kesehatan yang terkait dengan penuaan seperti demensia.

Para ahli dari Linkoping University, Swedia, menyarankan, memasukkan kari ke dalam menu harian sebanyak sekali atau dua kali dalam seminggu cukup untuk menurunkan kemungkinan seseorang menderita demensia di kemudian hari. Peneliti berpendapat, kandungan tinggi kurkumin dalam kunyit berperan sangat penting dan merupakan agen utama yang mencegah terjadinya demensia.

Dalam risetnya, ilmuwan dari Swedia melakukan serangkaian percobaan ilmiah dan menguji manfaat potensial dari kurkumin pada lalat buah. Hasilnya sangat mengejutkan, karena ternyata lalat yang menerima beberapa dari kurkumin secara terus menerus memiliki usia hidup lebih lama (75 persen) ketimbang lalat yang tidak menerima pengobatan kurkumin.

Temuan ini dipublikasikan pada bulan Februari dalam journal PLoS One. Peneliti mengatakan bahwa temuan ini sekaligus menjadi penjelasan ilmiah mengapa risiko Alzheimer dan demensia sangat jarang terjadi di beberapa negara Asia.

Cara kerja
Para ilmuwan menggarisbawahi bahwa kurkumin tidak bisa memecah formasi plak amiloid - protein pada otak yang merusak sel saraf - namun memainkan peran penting dalam mempercepat pembangunan serat saraf. Senyawa dalam kurkumin juga dipercaya para ahli dapat mengurangi pembentukan oligomer, molekul berukuran sedang yang terbentuk di dalam serat saraf yang berbahaya untuk sel-sel saraf.

Prof Per Hammarstrom, salah satu pemimpin studi, mengatakan, sebenarnya ada sejumlah teori yang menjelaskan soal bagaimana cara kerja oligomer sehingga dapat menyebabkan proses degeneratif pada otak. Salah satunya, misalnya, terjebaknya oligomer di dalam serabut saraf sehingga merusak rangsangan sinyal yang datang dari otak.

Akibatnya, rangsangan sinyal menjadi terhambat, dan disinilah kurkumin bekerja dengan memperbaiki proses ini. Hammarstrom menambahkan bahwa masih ada banyak lagi manfaat kesehatan yang diperoleh dari kurkumin termasuk meningkatkan fungsi sistem pencernaan, menurunkan risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung atau trombosis, serta sebagai obat penghilang rasa sakit alami.

source: kompas.com