Sabtu, 14 September 2013

MAKANAN UNTUK PENDERITA BATU EMPEDU

Penderita penyakit batu empedu umumnya mengalami rasa sakit perut konstan yang disertai rasa mual, muntah, dan menggigil. Jika tidak diobati, batu empedu akan mengakibatkan demam parah dan infeksi kandung empedu.  Dokter biasanya mendiagnosa batu empedu sebagai kolesistitis akut. Pada kondisi ini kandung empedu mengalami peradangan yang disebabkan pembentukan batu empedu yang memblokir saluran empedu. Sebagian besar penderita bisa meluruhkan batu empedu dengan cara alami. Namun, tetap ada sebagian pasien yang harus menjalani operasi kandung empedu. Sebelum melakukan operasi kandung empedu, cara alami sebaiknya diupayakan terlebih dahulu Bukan hanya berbiaya mahal, operasi bisa meningkatkan risiko kanker usus besar dan peningkatan kadar kolesterol darah. Hal ini disebabkan kandung empedu yang telah diangkat akan mengakibatkan empedu terus menetes ke dalam sistem pencernaan.

Pencegahan Batu Empedu Melalui Diet
Sebagian besar kasus batu empedu disebabkan oleh diet yang tidak sehat atau pola makan yang buruk.
Itu sebab, batu empedu bisa dicegah dengan mengubah pola makan antara lain dengan memperbanyak asupan diet kaya serat dan rendah lemak jenuh.

Makanan yang Harus Dihindari
Makanan yang akan menyebabkan batu empedu umumnya berasal dari hewan atau makanan hewani.
Berikut adalah daftar makanan yang harus dihindari: makanan cepat saji, makanan berminyak, makanan pedas, daging merah, telur, daging babi, bawang, unggas, susu, jagung, dan kacang-kacangan.

Makanan yang Direkomendasikan
Batu empedu bisa dicegah dengan meningkatkan asupan serat serta memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran (serat larut air).
Berikut ini adalah daftar makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi: alfalfa, apel, artichoke, barley, bit, brokoli, wortel, seledri, adas, jeruk, lobak, lemon, sawi, bayam, chestnut, semangka, dan bawang putih.
Namun, kebanyakan orang bukanlah vegetarian dan membutuhkan daging! Jika hal ini yang terjadi, penderita dapat mengkonsumsi daging yang lebih sehat seperti ayam, kalkun, dan ikan.
Daging tersebut sangat rendah kolesterol. Meskipun demikian, konsumsi daging tetap harus diiringi dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran (serat).
Akhirnya, penderita batu empedu harus selalu minum 10-12 gelas air per hari untuk membantu melarutkan batu empedu.

 
Batu empedu adalah timbunan satu atau lebih batu kecil di kandung empedu. Bila batu empedu berada di kandung empedu, kondisinya disebut kolelitiasis, bila di saluran empedu disebut koledokolitiasis.

Kandung empedu adalah kantung kecil di bawah hati, di sisi kanan perut, yang menyimpan empedu, cairan kuning yang diproduksi oleh hati. Selama makan, kandung empedu berkontraksi dan mengeluarkan empedu yang kemudian mengalir ke usus untuk membantu mencerna lemak.

Besar dan jumlah batu empedu berbeda-beda pada setiap pasien, dari yang hanya sebesar pasir sampai sebesar bola golf. Sebagian besar batu empedu terbentuk dari kolesterol yang mengkristal, sebagian lainnya terbuat dari pigmen empedu (bilirubin) atau campuran keduanya.

Proses pembentukan batu empedu umumnya lambat, dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti batu empedu tidak diketahui. Kemungkinan penyebabnya adalah:

    Empedu mengandung terlalu banyak kolesterol
    Empedu kurang mengandung garam empedu
    Kandung empedu tidak berkontraksi sempurna
    Infeksi
    Gangguan darah (anemia sel sabit).

Batu empedu dua kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada laki-laki dan dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi kejadiannya meningkat seiring usia. Penderita diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi mengidap batu empedu, dan masalah kandung empedu lainnya. Kelebihan berat badan juga merupakan faktor risiko yang signifikan untuk batu empedu.
Gejala

Pada kebanyakan kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda. Jika batu empedu mengendap di saluran (koledokolitiasis) dan menyebabkan penyumbatan, tanda-tanda dan gejala berikut dapat dirasakan:

    Nyeri tiba-tiba di bagian kanan atas perut dan dapat menjalar hingga ke bahu dan punggung.
    Nyeri biasanya dimulai dalam waktu 30 menit setelah makan makanan berlemak atau berminyak.
    Nyeri biasanya intens, berat dan konstan, dan dapat berlangsung hingga berjam-jam.
    Serangan nyeri bisa kambuh (berulang) dalam rentang harian, bulanan atau bahkan tahunan.

Gejala umum lain dari batu empedu adalah:

    Mual dan muntah.
    Kembung atau sendawa.
    Penyakit kuning (kulit dan mata menjadi berwarna kuning).


Pengobatan medis
Pengobatan dalam bentuk apa pun biasanya tidak diperlukan bila batu empedu tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Obat-obatan jarang diberikan untuk mengobati batu empedu. Pada beberapa kasus di mana operasi tidak dapat dilakukan atau berisiko, obat berbasis asam empedu mungkin diberikan untuk mengencerkan batu empedu yang terbuat dari kolesterol. Namun, obat tersebut hanya efektif untuk batu berukuran kecil dan tidak mencegah pembentukan batu empedu bila pengobatan dihentikan.

Kandung empedu bukanlah organ penting dan bisa dibuang dengan aman. Kolekistostomi laparoskopik, yang menggunakan sayatan kecil, adalah metode pembedahan yang kini paling umum dilakukan untuk membuang kandung empedu. Metode ini mengurangi rasa sakit dan mempersingkat waktu pemulihan dibandingkan dengan operasi bedah terbuka.

Pengobatan alami/herbal
Beberapa ahli herbal menyarankan konsumsi 20 ml minyak zaitun yang dicampur jus lemon setengah butir dua kali sehari untuk menghilangkan batu empedu. Untuk efek pembersihan liver dan sistem limfatik yang lebih kuat, bisa ditambahkan minyak habbatussauda dalam konsumsi harian. Dimulai dengan 5 ml per hari menjadi 10 ml dan lalu 15 ml bila dampaknya tidak terlalu kuat (terutama bagi orang yang sensitif). Hal ini akan menyebabkan tinja encer untuk beberapa hari, yang merupakan bagian dari proses pembersihan. Konsumsi habbatussauda beberapa bulan akan meningkatkan fungsi liver dan organ dalam dan mencegah pembentukan batu empedu baru.

Pencegahan
Risiko pembentukan batu empedu dapat dikurangi dengan menjalani gaya hidup sehat, terutama untuk menjaga berat badan. Menerapkan pola makan yang tidak mengandung banyak lemak jenuh tampaknya juga membantu mengurangi resiko batu ginjal. Sebuah studi epidemiologi selama 14 tahun yang dilakukan Harvard Medical School menunjukkan bahwa orang yang memakan lebih banyak makanan lemak tak jenuh beresiko lebih kecil terkena batu empedu.
Faktor-faktor risiko utama lain seperti usia dan berjenis kelamin wanita jelas tidak dapat diubah.

Semoga bermanfaat......

Kamis, 29 Agustus 2013

ANEKA MANFAAT HERBAL PETERSELI dan SELEDERI UNTUK MESIN CUCI DARAH TUBUH ANDA


PETERSELI, bukan sekadar dekorasi hidangan atau garnish. Tumbuhan ini merupakan herbal yang memiliki ‘sejuta’ manfaat untuk tubuh. Dr. Denice Moffat, ahli nutrisi dari American Naturopathic Medical Association, mengatakan, peterseli merupakan satu dari tujuh tanaman obat paling mujarab di dunia, selain jahe, oregano, kayu manis, kunyit, sage, dan bubuk cabai merah.

Peterseli segar memiliki sifat untuk metabolisme oksigen. Herbal mengandung antioksidan (vitamin E) yang memiliki peran preventif dalam pembentukan peroksida yang dapat menyebabkan kerusakan biologis untuk sel. Selain itu, peterseli tinggi akan zat besi, daun ‘suci’ Yunani itu juga mengandung kalsium, protein, asam folat, betakarotin, klorofil, zat antoksidan, zat antibakteri, serta vitamin, A, B12, dan C.
 
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Petroselinum
Spesies : Petroselinum crispum var. crispum (P. Mill.)

Kandungan gizi peterseli : Nilai nutrisi per 100 g (3.5 ons)
- Energi 151 kJ (36 kcal)
- Karbohidrat 6.3 g
- Gula 0.9 g
- Serat 3.3 g
- Lemak 0.8 g
- Protein 3.0 g
- Thiamine (vit. B1) 0.1 mg (9%)
- Riboflavin (vit. B2) 0.2 mg (17%)
- Niacin (vit. B3) 1.3 mg (9%)
- Pantothenic acid (B5) 0.4 mg (8%)
- Vitamin B6 0.1 mg (8%)
- Folate (vit. B9) 152 μg (38%)
- Vitamin C 133.0 mg (160%)
- Vitamin K 1640.0 μg (1562%)
- Kalsium 138.0 mg (14%)
- Besi 6.2 mg (48%)
- Magnesium 50.0 mg (14%)
- Phosphorus 58.0 mg (8%)
- Potassium 554 mg (12%)
- Zinc 1.1 mg (12%)
Dedaunan ini bisa diandalkan untuk mengatasi berbagai keluhan seperti anemia, gangguan pencernaan, liver, tekanan darah tinggi, kolesterol, ginjal, paru-paru, hormonal perempuan atau gangguan menstruasi, gangguan penglihatan, batuk, demam, mengatur aliran urin dan menghilangkan rasa sakit kandung kemih atau prostat, dan bau mulut.

Konsumsi peterseli bisa dilakukan dengan mencampurnya langsung ke dalam masakan atau sajian jus buah. Untuk terapi kesehatan, bisa juga dengan merebusnya. Demi menjaga kesegarannya, peterseli boleh dibekukan. Cuci bersih, iris halus dan simpan di lemari pendingin.

Namun perlu diketahui, peterseli tak baik jika dikonsumsi berlebihan, kandungan minyaknya bersifat toksik, dapat menyebabkan keracunan. Khusus bagi wanita hamil dan menyusui tak dianjurkan, sebab dapat menyebabkan kontraksi rahim. Demikian juga dengan penderita gangguan ginjal, karena dapat mengiritasi jaringan ginjal.


Berikut beberapa resep herbal pemanfaatan Daun Peterseli :

Pereda Batuk dan Demam
Caranya dengan merebus 15 gram daun peterseli bersama 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Kemudian dinginkan dan saring. Minum air saringan itu sekaligus, untuk meredakan batuk serta demam Anda.

Kulit berminyak
Air perasan peterseli juga bermanfaat menjaga kestabilan kandungan minyak bagi Anda yang memiliki kulit berminyak. Caranya, lumatkan peterseli segar dengan sendok kayu hingga keluar cairan atau sarinya. Campurkan dengan satu sendok madu. Lalu oleskan pada kulit wajah, diamkan selama 20-30 menit dan basuh dengan air hangat. Bilas lagi dengan air dingin dan keringkan dengan handuk. Lakukan setiap hari.

Menyegarkan Napas
Kunyah peterseli segar.

Mengeluarkan Toksin dan mengatasi Sembap
Buat teh peterseli dengan cara berikut : seduh 1/4 cup daun peterseli dengan 1 cup air mendidih. Diamkan 5 menit. Saring. Beri gula sesuai selera.

Penderita Ginjal
Minum rebusan peterseli bisa berfungsi membersihkan racun, garam dalam ginjal serta menyaring darah dengan membuang garam, racun yang tidak dibutuhkan lagi dalam tubuh kita dengan seiring perjalanannya waktu, akan terjadi akumulasi racun-racun yang menumpuk.
Untuk merawat kerja ginjal : ambillah seikat peterseli, cuci bersih dan dipotong-potong, dan 20 gr batang rumulus taxilli (benalu) masukan dalam panci email rebus hingga mendidih, 10 menit setelah anget-anget diminum 2 X 1 gelas selama 10 hari. Pasti hasilnya akan bisa dirasakan.

Penurun Kolesterol dan Asam Urat
Ambil 10 lembar daun salam, 30 gr Anco (Fructus Jujubae), 5 gr kayu manis. Direbus dengan air 1,5 lt air hingga menjadi 750 cc, diminum untuk pagi dan sore.


SELEDRI, sama halnya dengan peterseli, seledri juga mempunyai khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit tetapi jika digunakan secara berlebihan akan berbahaya seperti halnya peterseli. Seledri sudah lama dikenal sebagai obat hipertensi. Tanaman yang juga terlihat cantik jika ditanam dalam pot ini lebih dulu dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Daun seledri biasa dipakai untuk memperkaya cita rasa sajian atau kaldu. Sup kacang merah dan bubur ayam kurang lengkap rasanya jika tanpa taburan daun seledri di dalamnya. Di Eropa, batang seledri yang besar sering dibuat sebagai salad dengan saus mayones atau bechamel (saus berbahan dasar susu) sebagai isi roti sandwich.

Berdasarkan penelitian, seledri mengandung natrium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang menyangkut di ginjal dan sendi. Ia juga mengandung magnesium yang berfungsi menghilangkan stres. Daun seledri mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C. Berdasarkan hasil penelitian, seledri juga mengandung psoralen, zat kimia yang menghancurkan radikal bebas biang penyebab kanker.
 
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Apium
Spesies : Apium graveolens L.

Kandungan gizi seledri : Nilai nutrisi per 100 g (3,5 ons)
- kalori sebanyak 20 kalori,
- protein 1 gram
- lemak 0,1 gram
- hidrat arang 4,6 gram
- kalsium 50 mg
- fosfor 40 mg
- besi 1 mg
- Vitamin A 130 SI
- Vitamin B1 0,03 mg
- Vitamin C 11 mg Dan 63% bagian dapat dimakan
- Daun seledri juga banyak mengandung apiin, di samping substansi diuretik yang bermanfaat untuk menambah jumlah air seni.

Berikut beberapa resep herbal pemanfaatan Daun Seledri :

Hipertensi
Cuci 100 gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim sampai mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari. Atau cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panic email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa ¾ nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya.

Sakit Mata Kering
Makan daun seledri sebagai lalapan segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari. Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringan oleifera lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok tea dan ¾ cangkir air masak. Remas campuran ini sampai rata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.

Reumatik
Bahan : 1 tangkai daun seledri.
Cara menggunakan : dimakan sebagai lalapan setiap kali makan atau bisa juga dengan cara memotong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminun sekaligus

Bronkitis
Cuci 60 gr seledri segar, 10 gr kulit jeruk mandarin kering dan 25 gr gula aren sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing ¾ gelas.

Batuk
Cuci 30 gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

Kolik, sakit perut setelah melahirkan
Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Psoriaris, alergi
Sediakan 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang dan 1 buah bit ukuran sedang. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan 2 kali sehari

Menurunkan kadar kolesterol yang tinggi
Cuci 30 gr akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Penyubur rambut
Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebh 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Semoga bermanfaat.....

source: Naturopathic Med.