Senin, 17 Maret 2014
CARA MENCEGAH PENYAKIT GINJAL KRONIK ( PGK )
Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit yang sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Pasalnya, jika fungsi organ "pembersih racun" ini sudah menurun, seseorang perlu "membersihkan" racun dari tubuhnya dengan cara hemodialisis atau pun countinous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Padahal, kedua cara itu dikenal membutuhkan biaya yang mahal dan sangat merepotkan.
Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Dharmeizar mengatakan, sekali melakukan hemodialisis biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 850 ribu di rumah sakit tipe C. Sementara dalam sebulan dibutuhkan delapan kali hemodialisis. Adapun CAPD, bisa dilakukan sendiri di mana saja, namun sehari butuh empat kali dengan masing-masing menggunakan dua liter cairan khusus.
"Bayangkan betapa repotnya untuk membawa delapan liter cairan sehari? Dan ingat, peritoneal dialysis perlu dilakukan di tempat yang steril sehingga alat-alat pun harus disterilkan terlebih dulu sebelum melakukannya," kata Dharmeizar saat ditemui Rabu (5/2/2014) di Jakarta.
Maka, Dharmeizar menekankan pada pentingnya pencegahan dan deteksi dini dari PGK. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya PGK, serta memperlambat atau menghindari timbulnya PGK tahap akhir.
Pencegahan, lanjut dia, yaitu dengan melakukan pengontrolan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol darah, berhenti merokok. Bila ada penyakit di sistem kemih, misalnya infeksi saluran kemih atau adanya batu di saluran kemih, maka harus diobati pula untuk menjaga fungsi ginjal tetap baik.
Kendati demikian, tak dapat dipungkiri risiko PGK meningkat seiring meningkatnya usia. Dharmeizar mengatakan, usia di atas lima puluh tahun mulai berisiko terkena PGK, meskipun tidak pasti, hanya lebih berisiko."Apalagi jika seseorang juga menderita diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan adanya riwayat PGK di keluarga. Maka langkah pencegahan perlu ditambah juga dengan periksa kesehatan rutin yang meliputi periksa tekanan darah, tes urine lengkap, periksa kadar ureum dan kreatinin," paparnya.
Tekanan darah, imbuh dia, ditargetkan yaitu tidak lebih dari 140/90 mmHg, dan bagi yang juga menyandang diabetes angkanya bahkan lebih rendah lagi yaitu 140/80-85 mmHg. Sementara itu, gula darah puasa harus di bawah 110 mg/dL, dan gula darah postprandial dua jam kurang dari 145 mg/dL.
Selain itu kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein tinggi adalah faktor risiko untuk progresi penyakit ginjal, karena itu saat pengukuran perlu dipastikan agar kadar LDL kurang dari 100 mg/dL. Serta untuk kolesterol total adalah kurang dari 200 mg/dL.
"Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sekali dalam setahun. Namun, jika sudah dinyatakan adanya tanda-tanda penurunan fungsi ginjal, pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering," kata Dharmeizar.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar oleh Kementerian Kesehatan 2010, faktor risiko PGK antara lain glomerulonefritis atau peradangan ginjal mencapai 13 persen, diabetes 25 persen, hipertensi 35 persen, kerusakan sel-sel ginjal 15 persen, dan penyebab-penyebab lainnya seperti nefritis lupus, ginjal polikisitik, atau nefropati urat mencapai sembilan persen.
Secara umum, mengonsumsi buah adalah satu cara yang disarankan agar kita mendapatkan tubuh yang sehat. Buah mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan. Namun, orang yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal sebaiknya tidak makan buah terlalu banyak.
"Buah memang diperlukan. Namun, pada orang berpenyakit ginjal kronis, konsumsi buah perlu dibatasi," ujar konsultan ginjal hipertensi, dr Parlindungan Siregar, dalam seminar media bertajuk "Chronic Kidney Disease and Aging" di Jakarta.
Parlindungan menjelaskan, buah merupakan sumber kalium atau potasium. Hal ini khususnya untuk buah-buahan tertentu, misalnya pisang, yang bahkan diketahui mengandung mineral dalam jumlah tinggi.
Karena kandungan kaliumnya tinggi, konsumsi buah berlebihan dapat memicu terjadinya hiperkalemia bagi mereka yang berpenyakit ginjal kronis (PGK). Pasien PGK mengalami penurunan fungsi ginjal, termasuk terhadap kemampuannya membuang kalium dalam tubuh. Umumnya, kandungan kalium dalam tubuh pasien PGK sudah tinggi, apalagi dengan mengonsumsi buah berlebihan. Kalium yang tinggi dalam tubuh, lanjut Parlindungan, dapat menyebabkan terganggunya kelistrikan pada jantung. "Orang yang kelistrikan jantungnya terganggu, sewaktu-waktu bisa saja mengalami serangan jantung," tandasnya.
Menurut Parlindungan, bagi orang-orang dengan penurunan fungsi ginjal, konsumsi buah cukup dilakukan satu kali sehari, begitu juga sayur-sayuran. Selain itu, orang-orang dengan PGK juga sebaiknya memilih buah dan sayur dengan kandungan kalium rendah. PGK merupakan penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan dengan rentang waktu lebih dari tiga bulan karena adanya kerusakan ginjal yang disebabkan oleh abnormalitas struktural atau fungsional, dengan atau tanpa laju filtrasi glomerulus (LFG). PGK umumnya merupakan silent disease pada tahap awal, yang berarti sebagian besar orang tidak mengalami gejala klinis pada stadium ringan hingga sedang. Akibatnya, penderita PGK sering tidak menyadari kondisi mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan faktor risiko PGK merupakan hal yang penting untuk dilakukan.
Semoga bermanfa'at ......
Rabu, 12 Februari 2014
RAMUAN HERBAL RAMBUT JAGUNG ATASI PENYAKIT GAGAL GINJAL
Jagung, siapa yang tak kenal salah satu jenis bahan pangan ini ? di Indonesia, jagung sangat dikenal sebagai salah satu jenis bahan pangan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan, mulai dari jagung bakar, jagung rebus sampai pop corn dan minuman jagung.
Selain bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan, seluruh bagian tanaman jagung juga bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah rambut jagung.
Rambut jagung, kelihatannya adalah salah satu bagian dari tanaman jagung yg sangat sepele, tapi jangan salah, rambut jagung memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi kesehatan manusia. Jangan sepelekan manfaat dan khasiat rambut jagung, selain bisa digunakan sebagai obat tekanan darah tinggi herbal, rambut jagung juga bisa digunakan sebagai peluruh batu empedu dan obat herbal pereda panas dalam, dan juga penyakit gagal ginjal
Gagal ginjal tentunya bukan sesuatau yang asing dan
baru di telinga masyarakat yang mana penyakit yang satu ini menjadi ancaman
tersendiri bagi penderitanya. Gagal ginjal sendiri merupakan keadaan dimana
ginjal sudah tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya untuk penyaringan sisa
sisa metabolisme tubuh dan juga racun serta membuangnya bersama air seni.
Penderita penyakit yang satu ini biasanya di wajibkan untuk melakukan cuci
darah untuk setiap beberapa periode sekali.
Nah berikut ini anda beberapa cara alternatif untuk
mengobati penyakit gagal ginjal yang tentunya dapat anda buat sendiri ramuan di rumah.
Dengan pengobatan seperti ini di harapkan anda dapat menghindari pengobatan
medis yang dapat berdampak buruk bagi penderita.
Ramuan Untuk Penyakit Gagal
Ginjal,
Bahan-bahan
:
Rambut
jagung………… 1/2 genggam
Akar
alang-alang……… 3 jengkal
Daun
kumis kucing…… 11 lembar
Cara
:
Bersihkan
seluruh bahan, kemudian rebus dengan 600ml air hingga tersisa 300ml, lalu angkat
dan saring. ( sangat di-anjurkan menggunakan panci tembikar, panci kramik atau panci
kaca), diamkan 25~30 menit. Minumlah ramuan herbal ini 3 x sehari @ 100ml.
Ramuan Untuk Susah buang air kecil, rebus 30 – 50 gram rambut jagung dan satu rimpang jahe ukuran sedang dengan air secukupnya, setelah dingin disaring dengan ditambahkan madu secukupnya dan diminum secara teratur.
Ramuan Untuk Menurunkan tekanan darah tinggi, kurang lebih caranya sama dengan untuk susah buang air kecil yaitu, rebus 30 – 50 gram rambut jagung dan satu rimpang jahe ukuran sedang dengan air secukupnya, setelah dingin disaring dengan ditambahkan madu secukupnya dan diminum secara teratur 3 x sehari.
Ramuan Untuk Peluruh batu empedu, Rebus 30 gram rambut jagung dengan air secukupnya, setelah mendidih disaring dan dinginkan, lalu disaring kembali dan diminum sehari sekali.
Ramuan Untuk Pereda panas dalam, rebus 30 – 40 gram rambut jagung dan irisan daun pandan dengan air secukupnya sampai mendidih, biarkan sampai dingin lalu disaring dan diminum secara teratur.
Air rebusan rambut jagung memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, sebagai obat tekanan darah tinggi dan peluruh batu empedu yang alami dan tradisional, selain itu juga bisa meredakan panas dalam karena sifat alaminya yang dingin dan diuretik.
Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)

