Jumat, 11 November 2016

TEKANAN DARAH TINGGI PRIMER

Hipertensi Esensial atau Tekanan Darah Tinggi Primer

Ada dua bentuk dasar hipertensi. Satu di antaranya adalah hipertensi esensial atau tekanan darah tinggi primer yang dikenal cukup berbahaya, dan satu lainnya adalah hipertensi sekunder. Pada artikel ini akan membahas hipertensi esensial dalam bentuk yang umum. Ketika mengobati hipertensi esensial untuk tipe ganas, dapat menyebabkan kerusakan serius pada ginjal dan mungkin tidak hanya terbatas pada ginjal saja.hipertensi esensial atau hipertensi primer.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan gangguan di mana arteriol (pembuluh darah) menunjukkan perlawanan terhadap aliran darah normal. Faktor penyebab dapat berupa keturunan, neurogenik, pembuluh darah, nutrisi atau lingkungan. Resistensi terhadap aliran darah menyebabkan jantung harus bekerja ektra mengimbangi kebutuhan pemompaan jumlah darah yang lebih besar dalam rangka mengakomodasi kebutuhan tubuh. Hasilnya adalah peningkatan tekanan sistolik (angka tertinggi), diastolik (angka terendah), dan MEAN (angka terendah dikurangi dari angka tertinggi). Hipertensi esensial atau hipertensi primer bisa menjadi “silent killer”. Penderita hipertensi yang tidak diobati sangat berisiko terserang stroke, ginjal, dan penyakit pembuluh darah koroner. Umumnya penderita hipertensi lebih rentan terhadap serangan pembuluh darah Mini (stroke mini) yang mereka mungkin tidak menyadari. Perubahan juga akan terjadi pada retina mata, dan tingkat keparahan selalu terkait dengan tingginya peningkatan tekanan dan lamanya waktu peningkatan tekanan.

Karena hipertensi esensial atau hipertensi primer merupakan pembunuh berbahaya, maka membuat diagnosis adalah faktor paling penting dalam memerangi penyakit ini. Menjadi tugas bagi siapa saja yang ingin hidup sehat untuk mengajak orang-orang agar peduli akan hal ini. Saat ini, ada banyak tempat menyediakan skrining tekanan darah. Namun, ini mungkin tidak cukup jika hanya dilakukan secara berkala dalam rentan waktu yang lama, karena bisa ada banyak variasi dalam pembacaan alat skrining yang disebebkan oleh banyak faktor.Pemeriksaan tekanan darah Akan lebih efisian jika melakukan pemeriksaan dengan alat sendiri, sebab akan lebih mudah memonitor tekanan darah Anda setiap saat. Ukuran tekanan darah sistolik dan diastolik yang normal adalah sistolik 120mm/Hg dan diastolik 80mm/Hg. Untuk usia diatas 60, sistolik agak lebih tinggi masih dapat diterima bahkan jika tidak normal. Hipertensi rendah sampai menengah jika berada dikisaran 140-180 untuk sistolik dan diastolik 90-115. Elevasi terus-menerus di atas normal setelah 2-3 bacaan pada 3 hari yang berbeda, mengindikasikan bahwa Anda harus segera mencari dokter untuk evaluasi. Evaluasi ini biasanya terdiri dari memeriksa riwayat sakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah lengkap, dan urinalisis rutin (dengan pemeriksaan mikroskopis). Setelah pemeriksaan, dokter baru dapat menentukan apakah memberi Anda obat anti-hipertensi, atau menyarankan pola diet yang berbeda, termasuk perubahan pola makan. Meskipun tidak ada obat untuk hipertensi esensial atau hipertensi primer, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu diri Anda sendiri.

Dimulai dengan pola diet, pengurangan konsumsi garam merupakan langkah bijaksana meskipun belum terbukti menjadi faktor penyebab hipertensi esensial. Saat ini banyak tersedia makanan yang memiliki kandungan natrium sangat tinggi, jadi silakan baca dan perhatikan label pada produk makanan. Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, kurangi kelebihan tersebut karena tetap menjaga berat badan pada tingkat normal akan menjadi faktor yang paling signifikan dalam mengontrol tingkat tekanan darah normal. Kurangi kadar lemak dalam pola makan Anda seperti makan daging merah, produk susu, makanan ringan, dan makanan yang digoreng. Makanan yang mengandung Vitamin B6 sangat baik untuk dikonsumsi, konsumsilah lebih banyak buah-buahan, sayuran; sereal bebas gula dan kacang-kacangan. Di atas semuanya adalah “tidak merokok”. Memulai program olahraga. Olahraga terbukti menjadi teman terbesar dalam membantu menjaga tekanan darah agar selalu berada pada tingkat normal. Olahraga setiap hari akan membuat Anda tetap aktif dan bugar dan cara hidup seperti ini menambahkan panjang usia Anda.

Langkah-langkah lain yang membantu adalah memperbanyak waktu istirahat, pengurangan stres, tidur malam yang cukup, dan sering liburan. Liburan tidak perlu lama, liburan singkat namun pada tempat yang tepat dapat menjadi nilai sangat besar untuk mengurangi stres. Mengontrol sendiri tekanan darah di rumah bisa menjadi cara paling nyaman untuk terus mengikuti perkembangan kondisi. goo.gl/OQRaUG

Sabtu, 20 September 2014

TUJUH ANCAMAN BAGI PENDERITA OBESITAS

Inilah beberapa di antaranya yang paling sering jadi ancaman penderita kegemukan/obesitas:

1. Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah
Obesitas merupakan penyebab utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Pasalnya, obesitas menyebabkan peningkatan beban kerja jantung, karena dengan bertambah besar tubuh seseorang maka jantung harus bekerja lebih keras memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh. Bila kemampuan kerja jantung sudah terlampaui, terjadilah yang disebut gagal jantung. Tanda-tandanya, napas sesak dan timbulnya bengkak pada tungkai.

Pengidap kegemukan/obesitas juga sering mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) karena pembuluh darah menyempit akibat jepitan timbunan lemak. Kombinasi obesitas dan hipertensi ini tentu saja memperberat kerja jantung. Akibatnya, timbul penebalan pada dinding bilik jantung disertai kekurangan oksigen. Keadaan ini akan mempercepat timbulnya gagal jantung.

2. Gangguan Fungsi Paru-Paru
Lagi-lagi timbunan lemak menjadi pemicu masalah. Pada pengidap obesitas, timbunan ini dapat menekan saluran pernapasan. Ini bisa menyebabkan terjadinya, henti napas saat tidur (sleep apnea). Gangguan seperti ini lama-lama dapat menyebabkan gagal jantung juga dan berujung dengan kematian.

3. Menyebabkan Diabetes dan Peningkatan Kolesterol
Obesitas dapat menyebabkan terjadinya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Ini disebabkan timbulnya gangguan fungsi insulin pada pengidapnya.

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Akibat gangguan fungsi insulin, gula tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga tetap beredar dalam darah. Ini dapat diketahui dari kadar gula darah yang meningkat.

Gangguan fungsi insulin ternyata juga mengakibatkan gangguan metabolisme lemak (dislipidemia). Ini dapat dilihat dari terjadinya peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), trigliserida, namun disertai penurunan kolesterol HDL (kolesterol baik).

Peningkatan kadar kolesterol jahat disertai penurunan kadar kolesterol berujung terbentuknya kerak dalam pembuluh darah (arterosklerosis). Arterosklerosis akan memperkecil diameter pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan stroke.

4. Gangguan Persendian
Obesitas akan menyebabkan peningkatan beban pada persendian penyangga berat. Misalnya persendian lutut sehingga lama-lama dapat menimbulkan peradangan persendian (osteoartritis). Gejala-gejalanya antara lain, nyeri pada sendi, diikuti dengan pembengkakan. Sendi juga menjadi kaku tak bisa digerakkan. Yang terparah, penderita tidak sanggup berjalan lagi.

5. Gangguan Sistem Hormonal
Obesitas ternyata juga mempengaruhi sistem hormonal dalam tubuh. Pada anak gadis, obesitas menyebabkan haid pertama (menarkhe) datang lebih awal. Pada wanita dewasa, obesitas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal (hiperandrogenisme, hirsutisme), dan gangguan siklus menstruasi.

Hiperandrogenisme berarti jumlah hormon androgen (lelaki) meningkat. Akibatnya terjadi hirsutisme (tanda maskulinisasi). Misalnya jerawatan, distribusi bulu2 di wajah dan badan, bahkan mungkin perubahan suara menjadi berat seperti suara lelaki.

Pada wanita, obesitas juga peningkatan risiko timbulnya batu empedu. Ini terjadi karena cairan empedu menjadi lebih kental.

6. Meningkatkan Risiko Penyakit Ganas
Hasil penelitian menunjukkan, pada wanita yang sudah mengalami menopause, obesitas meningkatkan risiko timbulnya kanker rahim (endometrium) dan kanker payudara. Sedangkan pada pria, kegemukan dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat dan kanker usus besar (kolorektal).

7. Gangguan Psikologis
Orang dengan obesitas juga seringkali mengalami gangguan psikologis berupa rasa rendah diri, keadaan depresi, bahkan bisa terkucil dari pergaulan sosial. Terlebih lagi bila lingkungan di sekitarnya tidak memberi dukungan, melainkan lebih banyak memperolok-olok kegemukannya. 

Rabu, 10 September 2014

FAKTA DIBALIK 5 MITOS SALAH TENTANG PROTEIN


Jika berhubungan dengan nutrisi dan makanan sehat, ada banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat. Beberapa mitos tersebut memang benar, namun ada juga yang memang hanya sekedar mitos.

Salah satunya adalah mitos tentang protein. Akhir-akhir ini protein menjadi salah satu nutrisi yang paling penting dan diperhatikan oleh banyak orang. Mereka yang ingin menaikkan atau menurunkan berat badan berusaha untuk mendapatkan lebih banyak protein pada diet mereka. Namun ada hal yang harus diketahui sebelum Anda mempercayai mitos-mitos tentang protein yang beredar di luar sana.

Berikut adalah beberapa mitos protein yang salah dan fakta di balik mitos

 1. Banyak orang kekurangan protein Sementara setengah orang dewasa mencoba untuk makan lebih banyak protein di keseharian mereka, sebenarnya 71 persen orang tak mengetahui berapa banyak protein yang harus mereka konsumsi setiap hari. Jumlah protein yang dianjurkan adalah 0,8 gram per kilogram berat badan. Jadi jika berat badan Anda 40 kilogram, maka protein yang dibutuhkan adalah 32 gram. Namun angka tersebut pun merupakan angka minimum bagi orang dewasa agar mereka tidak kekurangan protein. Agar lebih optimal, setidaknya Anda harus mengonsumsi 1,2 gram protein per kilogram berat badan. Sementara itu, kebutuhan protein bagi setiap orang juga berbeda-beda bergantung pada aktivitas yang mereka lakukan. Protein yang dibutuhkan orang dengan gaya hidup pasif tentu berbeda dengan mereka yang berprofesi sebagai olahragawan atau atlet angkat beban.

 2. Tak masalah mengonsumsi protein kapanpun Mitos lainnya adalah bahwa jika Anda memenuhi kebutuhan protein harian maka semuanya selesai. Kapan Anda memakan protein tersebut tak berkaitan dengan kesehatan. Ini adalah mitos yang keliru. Memenuhi kebutuhan protein memang penting, namun membagi kapan Anda harus mengonsumsi protein tersebut juga tak kalah penting. Mengonsumsi terlalu banyak protein dalam satu waktu justru akan menghambat proses sintesis protein dalam tubuh, karena tubuh tak bisa memproses asam amino penting sekitar 30 - 40 gram dalam satu waktu. Sebuah penelitian terbaru dari Paddon-Jones dan peneliti lainnya menemukan bahwa sintesis protein akan lebih optimal dan meningkat hingga 25 persen jika dibagi menjadi tiga, 30 gram saat sarapan, makan siang, dibandingkan dengan pembagian seperti ini 11 gram saat sarapan, 16 gram makan siang, dan 63 gram makan malam. Jadi bukan hanya jumlah protein saja yang harus Anda perhatikan, melainkan juga kapan Anda harus memakannya.

 3. Olahraga meningkatkan penyerapan protein Bagi orang yang suka nge-gym, Anda mungkin pernah mendengar mitos ini. Melakukan olahraga 30 menit setelah makan protein dipercaya bisa meningkatkan penyerapan asam amino pada tubuh. Ini adalah mitos yang salah. Karena faktanya hal ini terlalu dibesar-besarkan untuk menjual produk mereka. Paddon-Jones bahkan menjelaskan bahwa sintesis protein otot belum menyala setelah 30 sampai 40 menit olahraga. Jika ingin meningkatkan kemampuan tubuh untuk membentuk otot, sebaiknya lakukan olahraga rutin dan penuhi kebutuhan protein dengan benar, bukan dengan cara instan seperti yang disebutkan oleh mitos tersebut.

 4. Suplemen protein paling baik untuk massa otot Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk mendapatkan massa otot dengan cepat cara terbaik adalah dengan mengonsumsi suplemen protein. Namun hal ini hanya mitos belaka. Berdasarkan beberapa penelitian di American College of Sport Ewdicine menjelaskan bahwa protein bisa dipenuhi dengan makanan saja. Suplemen protein sebenarnya tidak perlu. Kunci untuk mendapatkan protein adalah pada zat bernama leucine. Leucine bisa didapatkan dalam produk susu, ikan, daging ayam, daging sapi, telur, dan lainnya. Suplemen protein bisa sangat berguna jika Anda adalah vegetarian dan tak bisa mendapat protein tersebut dari daging.

 5. Protein tinggi baik untuk pertumbuhan otot
Banyak atlet yang percaya bahwa lebih banyak protein akan membuat lebih banyak otot. Ini adalah mitos yang salah. protein tak ada kaitannya dengan memberikan tenaga pada tubuh. Jika ingin mendapatkan massa otot, yang harus dilakukan adalah berolahraga dengan teratur, dengan begitu anda akan mendapatkan massa otot dan tenaga yang lebih besar.

 Itulah beberapa mitos salah mengenai protein. Jika masih mempercayai beberapa mitos di antaranya, kini Anda sudah mengetahui fakta di baliknya.

 [NIH]

Jumat, 13 Juni 2014

BUAH NAGA KAYA MANFA'AT

Buah naga. Namanya cukup angker. Tapi, buah yang mulai menjadi sektor andalan di beberapa daerah ini cukup ramah bagi kesehatan. Ia dipercaya memiliki khasiat, di antaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan, hingga mengobati keluhan keputihan.

Dragon fruit atau nama latinnya Hylocereus undotus yang merupakan buah hutan ini konon berasal dari Meksiko, Amerika Selatan, yang dalam perkembangannya, kemudian dikembangkan di Israel, Thailand dan Australia. Buah ini, kemudian ditanam secara meluas di Vietnam sebelum berkembang ke Asia. Sesungguhnya, buah naga ini termasuk dalam keluarga tanaman kaktus dengan karakteristik memiliki duri pada setiap ruas batangnya.

Setiap negara mempunyai sebutan yang berbeda terhadap buah ini, seperti Feuy Long Kwa (Cina), Thanh Long atau Clever Dragon (Vietnam), Kaew Mangkorn (Thailand), Shien Mie Kuo (Taiwan), Pitahaya (Mexico), Melano (Hawai), Rhino Fruit (Australia), dan Buah Naga, Kaktus Manis, Kaktus Madu (Indonesia). Secara internasional, ia disebut Dragon Fruit.

Jenis buah naga ada empat macam: buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).

Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90 persen dari berat buah. Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Buah naga bisa disajikan dalam bentuk jus, sari buah, manisan maupun selai atau beragam bentuk penyajian lainnya. Secara umum, pakar sependapat dan mengakui buah naga kaya dengan potasium, ferum, protein, serat, sodium dan kalsium yang baik untuk kesihatan berbanding buah-buahan lain. Menurut AL Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, organisasi yang meneliti buah naga merah, buah kaktus madu itu cukup kaya dengan berbagai zat vitamin dan mineral yang sangat membantu meningkatkan daya tahan dan bermanfaat bagi metabolisme tubuh manusia.“ Penelitian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem peredaran darah, juga memberikan efek mengurangi tekanan emosi dan menetralkan toksik dalam darah. Penelitian juga menunjukkan buah ini bisa mencegah kanker usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh,” kata Leong, menjelaskan. Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandungi protein yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung, serat (mencegah kanker usus, kencing manis dan diet), karotin (kesehatan mata, menguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit), dan kalsium yang menguatkan tulang hingga mengatasi sembelit. Buah naga pun mengandung zat besi yang bermanfaat untuk menambah darah, vitamin B1 (mencegah demam badan), vitamin B2 (menambah selera), vitamin B3 (menurunkan kadar kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat).

Buah naga merah juga sangat baik untuk memperbaiki penglihatan mata karena memiliki zat karotenoid. Fitokimia di dalam buah ini dapat menurunkan risiko kanker. Selain buah, bunga dan batang, buah naga spesies Selenicereus grandiflorus juga digunakan dalam pembuatan obat-obatan yang berguna mengatur peredaran darah.

Kandungan serat pada buah naga sangat baik, mencapai 0,7-0,9 gram per 100 gram. Serat sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol. Di dalam saluran pencernaan serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.

Selain untuk mencegah kolesterol, kandungan serat pada buah naga juga sangat berguna dalam sistem pencernaan. Serat pangan (dietary fiber) mampu memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari rongga mulut hingga sisa makanan dikeluarkan dalam bentuk feses.

Serat pangan yang dikandung buah naga sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, kanker, dan penyakit kardiovaskular lainnya. Sayangnya, konsumsi serat di Indonesia saat ini masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 gram per orang per hari. Padahal, konsumsi serat pangan yang dianjurkan adalah 20-30 gram per orang per hari.

Rabu, 23 April 2014

CACING MENCURI KESEHATAN DAN KECERDASAN

Perut sering kembung, mual dan terasa nyeri. Kadang disertai pula dengan diare yang tak jelas penyebabnya. Mungkin kita mengira maag, tapi ternyata cacinganlah yang menyebabkan semua keluhan ini. Cacingan? Eits, jangan salah. Banyak orang mengira cacingan hanya terjadi pada anak-anak saja, padahal penyakit ini terjadi pada semua orang tanpa batas usia, tidak terkecuali pada orang dewasa yang dianggap pandai menjaga kesehatan diri.
Bedanya dengan anak-anak, bahaya cacingan bisa mengganggu proses tumbuh kembang sedangkan orang dewasa tidak lagi mengalami fase tumbuh kembang. Selain itu, tubuh orang dewasa cukup kuat untuk bisa melawan sendiri cacing yang telah ada. Namun banyak juga yang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa sekitar 60-80 persen penyakit pada orang dewasa mulai karena masalah cacingan yang tidak dituntaskan dengan baik pada usia pertumbuhan.

 

Perjalanan si Cacing

Cacingan merupakan penyakit khas daerah tropis dan sub-tropis, biasanya meningkat ketika musim hujan. Pada saat tersebut, sungai dan kakus meluap, dan larva cacing menyebar ke berbagai sudut yang sangat mungkin bersentuhan dan masuk ke dalam tubuh manusia. Pakar kesehatan mengatakan, di daerah-daerah yang lingkungan sanitasinya buruk, seperti di Indonesia, hampir 90 persen anak-anaknya pasti terkena cacingan. Ketika seorang anak yang cacingan buang air besar dilantai, maka telur atau sporanya bisa bertahan berhari-hari, meskipun sudah dipel. Sebelum masuk ke usus, baru ia akan menetas, kemudian tumbuh menjadi cacing dewasa dan berkembang biak disana.
Seperti halnya anak-anak, orang dewasa terkena cacingan juga melalui makanan yang kurang higienis. Tanpa kita sadari, telur cacing sebenarnya ada dimana-mana. Di udara, telur cacing bercampur dengan debu, lalu diterbangkan angin. Telur cacing ini bisa hinggap pada makanan atau minuman yang dibiarkan terbuka. Jika makanan dan minuman itu dikonsumsi, maka telur cacing ikut pula termakan. Telur-telur cacing dapat saja menempel pada sayur-sayuran, buah-buahan atau makanan lain yang kita makan sehari-hari. Belum lagi bagi anda yang memelihara hewan peliharaan. Telur cacing dapat tersebar melalui kotoran yang berada disekeliling halaman rumah.

Selain melalui makanan dan udara yang tercemar oleh larva cacing, cacing juga masuk ke tubuh manusia melalui kulit (pori-pori). Anak kecil tanpa alas kaki yang yang menginjak larva atau telur, dapat terkena penyakit cacingan ini. Tahap awal biasanya ditandai dengan munculnya rasa gatal. Setelah itu menembus kulit dan masuk ke pembuluh darah vena (balik), lalu menuju paru-paru. Di paru-paru inilah muncul Sindroma Loffler. Anak jadi batuk seperti TBC, berdahak seperti asma. Setelah itu, cacing menggigit dinding usus, dan bertelur dengan cepat di usus. Usus adalah tempat dimana makanan dipecah menjadi nutrient (zat gizi elementer yang sudah bisa diserap usus). Cacing senang berdiam di usus karena ia tidak bisa mencerna sendiri makanannya. Itulah sebabnya mengapa anak-anak yang cacingan menjadi kurus dan kurang gizi, karena zat makanan yang seharusnya diserap tubuh dirampas oleh cacing. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan menyebabkan mudah terkena penyakit lain.
Lebih fatal lagi, walau jarang terjadi, cacing yang sudah masuk ke dalam usus bisa naik ke empedu dan mengakibatkan terjadi penyumbatan di saluran empedu sehingga memicu risiko terkena sakit kuning (jaundice).. Umumnya orang mengalami sakit kuning karena mengalami gangguan liver (hepatitis), namun terutama di daerah yang rawan cacingan, dokter perlu pula memeriksa secara lebih teliti penyebab pastinya. Bisa jadi sakit kuning itu disebabkan oleh cacingan yang menyumbat saluran empedu.

Cacingan bisa menyebabkan penyakit anemia kronis yang berdampak buruk bagi kesehatan dan kecerdasan. Anemia membuat aliran darah ke otak berkurang sehingga sel-sel otak kekurangan nutrisi, sementara semestinya di masa tumbuh kembang inilah sel-sel otak perlu banyak mendapatkan pasokan makanan yang akan dijadikan sebagai salah satu “modal” pembentuk kecerdasan. Maka tak heran bila cacingan bisa menyebabkan prestasi belajar anak menurun. Pada orang dewasa, cacingan juga menimbulkan dampak yang sama, daya tahan tubuh jadi lemah dan kemampuan intelektual juga jadi berkurang.

RAMUAN TRADISIONAL PERTAMA (HERBAL ALAMI) MENGOBATI PENYAKIT CACING PERUT

Bahan-bahannya adalah sediakan beberapa kulit batang ubi kayu dan air tiga gelas.

Cara membuatnya yaitu kulit batang ubi kayu terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Setelah itu, kulit batang ubi kayu direbus dengan air sebanyak tiga gelas hingga mendidih. Biarkan sampai airnya menjadi satu gelas. Lalu air rebusan tersebut disaring. Dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur.

RAMUAN TRADISIONAL KEDUA (HERBAL ALAMI) MENGOBATI CACING GELANG DALAM PERUT

Bahan-bahannya adalah siapkan gula mangkok dua sendok kecil, akar wuduni dua jari dan satu gelas air.

Cara membuatnya yaitu semua bahan dicampur lalu direbus dengan air satu gelas sampai mendidih. Biarkan sampai airnya menjadi setengahnya. Angkat dan kemudian air tersebut disaring. Sesudah disaring, airnya bisa dikonsumsi langsung habis.

RAMUAN TRADISIONAL KETIGA (CARA HERBAL) MENGOBATI PENYAKIT CACINGAN

Bahan-bahannya adalah sediakan bawang merah.

Cara penggunaannya yaitu bawang merah terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Kemudian bawang merah direbus. Bawang merah yang sudah direbus lalu dimasukkan ke bagian dubur orang yang terkena cacingan. Cara ini sangat efektif untuk menghilangkan dan membasmi cacing.

RAMUAN OBAT TRADISIONAL KEEMPAT (CARA HERBAL) MENGOBATI PENYAKIT CACINGAN

Bahan-bahannya adalah siapkan biji petai cina yang telah tua dan sudah kering.

Cara membuatnya yaitu biji petai cina tersebut disangrai. Setelah disangrai, biji petai cina ditumbuk sampai benar-benar halus. Kemudian, diseduh dengan air panas. Ambil satu sendok makan biji petai cina yang sudah halus lalu masukkan ke dalam satu gelas air panas, aduk hingga merata. Dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur.

RAMUAN TRADISIONAL KELIMA (HERBAL ALAMI) MENGOBATI PENYAKIT CACINGAN

Bahan-bahannya adalah sediakan bawang putih tiga siung dan satu gelas susu serta minyak jarak.

Cara membuat yaitu bawang putih terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Kemudian bawang putih ditumbuk lalu masukkan ke dalam segelas susu. Diminum menjelang tidur pada malam hari. Serta pada pagi harinya meminum setenguk minyak jarak.

RAMUAN TRADISIONAL KEENAM (HERBAL ALAMI) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT CACING KEREMI

Bahan-bahannya adalah sediakan wortel satu buah dan ¼ butir buah kelapa serta air satu gelas.

Cara membuatnya yaitu wortel dan buah kelapa terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Lalu, wortel dan buah kelapa diparut. Setelah keduanya diparut kemudian dicampur dan masukkan air satu gelas. Lalu diperas dan disaring. Dikonsumsi sebelum tidur pada malam hari.

RAMUAN TRADISIONAL KETUJUH (CARA HERBAL) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT CACING KEREMI

Bahan-bahannya adalah siapkan temu hitam atau bisa juga temu giring kurang lebih ½ jari, bawang putih tiga siung dan air panas secukupnya.

Cara membuatnya yaitu temu hitam dan bawang putih terlebih dahulu dibersihkan. Lalu temu hitam dan juga bawang putih, keduanya diparut kemudian campurkan dengan air panas sedikit saja. Aduk sampai merata, setelah itu disaring. Bisa diminum dengan menambahkan madu atau gula jawa. Bisa diberikan pada anak berumur 5-10 tahun. Biasanya diminum pagi hari sebelum makan. Serta pada setiap minggunya bisa diberikan sekali saja.

Semoga bermanfaat....

Senin, 17 Maret 2014

CARA MENCEGAH PENYAKIT GINJAL KRONIK ( PGK )


Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit yang sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Pasalnya, jika fungsi organ "pembersih racun" ini sudah menurun, seseorang perlu "membersihkan" racun dari tubuhnya dengan cara hemodialisis atau pun countinous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Padahal, kedua cara itu dikenal membutuhkan biaya yang mahal dan sangat merepotkan.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Dharmeizar mengatakan, sekali melakukan hemodialisis biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 850 ribu di rumah sakit tipe C. Sementara dalam sebulan dibutuhkan delapan kali hemodialisis. Adapun CAPD, bisa dilakukan sendiri di mana saja, namun sehari butuh empat kali dengan masing-masing menggunakan dua liter cairan khusus.
"Bayangkan betapa repotnya untuk membawa delapan liter cairan sehari? Dan ingat, peritoneal dialysis perlu dilakukan di tempat yang steril sehingga alat-alat pun harus disterilkan terlebih dulu sebelum melakukannya," kata Dharmeizar saat ditemui Rabu (5/2/2014) di Jakarta.

Maka, Dharmeizar menekankan pada pentingnya pencegahan dan deteksi dini dari PGK. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya PGK, serta memperlambat atau menghindari timbulnya PGK tahap akhir.
Pencegahan, lanjut dia, yaitu dengan melakukan pengontrolan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol darah, berhenti merokok. Bila ada penyakit di sistem kemih, misalnya infeksi saluran kemih atau adanya batu di saluran kemih, maka harus diobati pula untuk menjaga fungsi ginjal tetap baik.
Kendati demikian, tak dapat dipungkiri risiko PGK meningkat seiring meningkatnya usia. Dharmeizar mengatakan, usia di atas lima puluh tahun mulai berisiko terkena PGK, meskipun tidak pasti, hanya lebih berisiko."Apalagi jika seseorang juga menderita diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan adanya riwayat PGK di keluarga. Maka langkah pencegahan perlu ditambah juga dengan periksa kesehatan rutin yang meliputi periksa tekanan darah, tes urine lengkap, periksa kadar ureum dan kreatinin," paparnya.
Tekanan darah, imbuh dia, ditargetkan yaitu tidak lebih dari 140/90 mmHg, dan bagi yang juga menyandang diabetes angkanya bahkan lebih rendah lagi yaitu 140/80-85 mmHg. Sementara itu, gula darah puasa harus di bawah 110 mg/dL, dan gula darah postprandial dua jam kurang dari 145 mg/dL.
Selain itu kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein tinggi adalah faktor risiko untuk progresi penyakit ginjal, karena itu saat pengukuran perlu dipastikan agar kadar LDL kurang dari 100 mg/dL. Serta untuk kolesterol total adalah kurang dari 200 mg/dL.

"Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sekali dalam setahun. Namun, jika sudah dinyatakan adanya tanda-tanda penurunan fungsi ginjal, pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering," kata Dharmeizar.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar oleh Kementerian Kesehatan 2010, faktor risiko PGK antara lain glomerulonefritis atau peradangan ginjal mencapai 13 persen, diabetes 25 persen, hipertensi 35 persen, kerusakan sel-sel ginjal 15 persen, dan penyebab-penyebab lainnya seperti nefritis lupus, ginjal polikisitik, atau nefropati urat mencapai sembilan persen.

Secara umum, mengonsumsi buah adalah satu cara yang disarankan agar kita mendapatkan tubuh yang sehat. Buah mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan. Namun, orang yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal sebaiknya tidak makan buah terlalu banyak.
"Buah memang diperlukan. Namun, pada orang berpenyakit ginjal kronis, konsumsi buah perlu dibatasi," ujar konsultan ginjal hipertensi, dr Parlindungan Siregar, dalam seminar media bertajuk "Chronic Kidney Disease and Aging" di Jakarta.

Parlindungan menjelaskan, buah merupakan sumber kalium atau potasium. Hal ini khususnya untuk buah-buahan tertentu, misalnya pisang, yang bahkan diketahui mengandung mineral dalam jumlah tinggi.
Karena kandungan kaliumnya tinggi, konsumsi buah berlebihan dapat memicu terjadinya hiperkalemia bagi mereka yang berpenyakit ginjal kronis (PGK). Pasien PGK mengalami penurunan fungsi ginjal, termasuk terhadap kemampuannya membuang kalium dalam tubuh. Umumnya, kandungan kalium dalam tubuh pasien PGK sudah tinggi, apalagi dengan mengonsumsi buah berlebihan. Kalium yang tinggi dalam tubuh, lanjut Parlindungan, dapat menyebabkan terganggunya kelistrikan pada jantung.  "Orang yang kelistrikan jantungnya terganggu, sewaktu-waktu bisa saja mengalami serangan jantung," tandasnya.

Menurut Parlindungan, bagi orang-orang dengan penurunan fungsi ginjal, konsumsi buah cukup dilakukan satu kali sehari, begitu juga sayur-sayuran. Selain itu, orang-orang dengan PGK juga sebaiknya memilih buah dan sayur dengan kandungan kalium rendah. PGK merupakan penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan dengan rentang waktu lebih dari tiga bulan karena adanya kerusakan ginjal yang disebabkan oleh abnormalitas struktural atau fungsional, dengan atau tanpa laju filtrasi glomerulus (LFG). PGK umumnya merupakan silent disease pada tahap awal, yang berarti sebagian besar orang tidak mengalami gejala klinis pada stadium ringan hingga sedang. Akibatnya, penderita PGK sering tidak menyadari kondisi mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan faktor risiko PGK merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Semoga bermanfa'at ......

Rabu, 12 Februari 2014

RAMUAN HERBAL RAMBUT JAGUNG ATASI PENYAKIT GAGAL GINJAL


Jagung, siapa yang tak kenal salah satu jenis bahan pangan ini ? di Indonesia, jagung sangat dikenal sebagai salah satu jenis bahan pangan yang bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan, mulai dari jagung bakar, jagung rebus sampai pop corn dan minuman jagung.

Selain bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan, seluruh bagian tanaman jagung juga bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah rambut jagung.

Rambut jagung, kelihatannya adalah salah satu bagian dari tanaman jagung yg sangat sepele, tapi jangan salah, rambut jagung memiliki banyak manfaat dan kegunaan bagi kesehatan manusia. Jangan sepelekan manfaat dan khasiat rambut jagung, selain bisa digunakan sebagai obat tekanan darah tinggi herbal, rambut jagung juga bisa digunakan sebagai peluruh batu empedu dan obat herbal pereda panas dalam, dan juga penyakit gagal ginjal

Gagal ginjal tentunya bukan sesuatau yang asing dan baru di telinga masyarakat yang mana penyakit yang satu ini menjadi ancaman tersendiri bagi penderitanya. Gagal ginjal sendiri merupakan keadaan dimana ginjal sudah tidak lagi berfungsi sebagai mana mestinya untuk penyaringan sisa sisa metabolisme tubuh dan juga racun serta membuangnya bersama air seni. Penderita penyakit yang satu ini biasanya di wajibkan untuk melakukan cuci darah untuk setiap beberapa periode sekali.

Nah berikut ini anda beberapa cara alternatif untuk mengobati penyakit gagal ginjal yang tentunya dapat anda buat sendiri ramuan di rumah. Dengan pengobatan seperti ini di harapkan anda dapat menghindari pengobatan medis yang dapat berdampak buruk bagi penderita.

Ramuan Untuk Penyakit Gagal Ginjal,
Bahan-bahan :
Rambut jagung………… 1/2 genggam
Akar alang-alang……… 3 jengkal
Daun kumis kucing…… 11 lembar
Cara :
Bersihkan seluruh bahan, kemudian rebus dengan 600ml air hingga tersisa 300ml, lalu angkat dan saring. ( sangat di-anjurkan menggunakan panci tembikar, panci kramik atau panci kaca), diamkan 25~30 menit. Minumlah ramuan herbal ini 3 x sehari @ 100ml.

Ramuan Untuk Susah buang air kecil, rebus 30 – 50 gram rambut jagung dan satu rimpang jahe ukuran sedang dengan air secukupnya, setelah dingin disaring dengan ditambahkan madu secukupnya dan diminum secara teratur.

Ramuan Untuk Menurunkan tekanan darah tinggi, kurang lebih caranya sama dengan untuk susah buang air kecil yaitu, rebus 30 – 50 gram rambut jagung dan satu rimpang jahe ukuran sedang dengan air secukupnya, setelah dingin disaring dengan ditambahkan madu secukupnya dan diminum secara teratur 3 x sehari.

Ramuan Untuk Peluruh batu empedu, Rebus 30 gram rambut jagung dengan air secukupnya, setelah mendidih disaring dan dinginkan, lalu disaring kembali dan diminum sehari sekali.

Ramuan Untuk Pereda panas dalam, rebus 30 – 40 gram rambut jagung dan irisan daun pandan dengan air secukupnya sampai mendidih, biarkan sampai dingin lalu disaring dan diminum secara teratur.

Air rebusan rambut jagung memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, sebagai obat tekanan darah tinggi dan peluruh batu empedu yang alami dan tradisional, selain itu juga bisa meredakan panas dalam karena sifat alaminya yang dingin dan diuretik.
 
Semoga bermanfaat.

Minggu, 26 Januari 2014

ENERGY DRINK MEMILIKI 10 BAHAYA TERSEMBUNYI

Kisah meninggalnya Mitra Diran, copywriter yang berlebihan waktu kerja juga ramai dibicarakan terkait dengan minuman energy drink yang dikonsumsinya. Memang tak ada isu lanjutan mengenai ini, bagaimanapun kita harus tahu fakta tentang energy drink.

Tidak seperti kopi, energy drink yang juga mengandung kafein dijual lebih bebas. Anda akan melarang anak kecil meminum kopi, tidak demikian dengan energy drink. Minuman ini diiklankan sebagai penambah energi, dan gawatnya tak ada keterangan batasan umur.

US National Library of Medicine mengeluarkan data, 10 hal bahaya energy drink yang harus diketahui.

1. Konsumsi minuman berkafein pada batas tertentu bisa menyebabkan kematian. Tapi rumus ini tidak sama berlaku pada semua orang, tergantung kondisi jantung Anda. Bagi yang memiliki lemah jantung, semakin cepat mencapai tingkat 'mati'. Maka disarankan, periksa dan ketahui kondisi jantung Anda bila berniat ingin mengonsumsi energy drink secara regular.


2. Terlampau banyak energy drink bisa memicu beberapa penyakit kepala (yang disebabkan kafein), seperti migrain misalnya.


3. Kebanyakan orang memakai energy drink untuk membuatnya lebih terjaga, tidak mengantuk. Namun kalau disalahgunakan, minuman ini bisa mengakibatkan insomnia serta malah kehilangan konsentrasi.


4. Energy drink selain mengandung kafein juga zat-zat lain yang tinggi kadar gulanya. Keseringan mengonsumsinya menyebabkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin cepat rusak, dan mulailah  diabetes tipe 2 mengancam.


5. Kalau Anda sedang dalam perawatan atau berobat jalan, hindari energy drink. Beberapa bahan dalam energy drink bereaksi dengan obat-obatan dan memperparah efek samping negatif.


6. Pada beberapa kasus, energy drink bisa menimbulkan kecanduan. Terbiasa merasa mendapat energi lebih saat mengonsumsinya, lalu tubuh lemas kalau lupa meminumnya. Kecanduan ini menjadi gerbang bagi berbagai penyakit seperti disebut sebelumnya.


7. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of American College Health menunjukkan: remaja (atau orang muda) yang mengonsumsi energy drink berlebih beresiko tinggi cenderung lebih mudah bermasalah dengan kesehatan, melukai diri sendiri, bahkan hukum.


8. Terlalu banyak kafein dari energy drink menyebabkan beberapa orang mudah cemas. Sebuah studi di Australia menemukan bahwa hanya satu botol energy drink 250ml dengan cepat membangkitkan perasaan cemas pada orang muda.


9. Terlalu banyak konsumsi energy drink dapat menyebabkan muntah. Hal ini diperparah dengan gejala dehidrasi, erosi asam gigi, serta radang kerongkongan.


10. Walau jarang, tidak menutup kemungkinan beberapa orang bisa menjadi alergi karena bahan-bahan dalam minuman energy drink, mulai dari gatal-gatal hingga penyempitan saluran napas.


Maka kuncinya adalah kontrol diri. Konsumen perlu memiliki informasi yang transparan soal konsumsi energy drink dan berbagai minuman berkafein (ditambah zat-zat lain) agar dalam batas aman. Dan orang tua harus mengerti apa yang anak minum.





Source: US National Library of Medicine

Jumat, 17 Januari 2014

MANFA'AT TEMULAWAK UNTUK KESEHATAN

Tanaman temulawak rasanya tidak asing lagi bagi kita semua.Temulawak adalah sejenis tanaman yang menghasilkan rimpang atau umbi akar yang banyak mengandung khasiat obat.


Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb) termasuk dalam keluarga Jahe-jahean (zingiberaceae), Temulawak ini sebagai tanaman obat asli Indonesia. Tanaman Temulawak banyak tumbuh di pulau Jawa, Maluku dan Kalimantan.Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) kalau di disebut Sunda sebagai koneng gede dan di Madura , temu labak.
Temulawak tumbuh subur sampai dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut . Rimpang akan berkembang dengan baik di tanah yang gembur.

Umbi temulawak tumbuh di pangkal batang berwarna kuning gelap atau coklat muda dengan diameter panjang 15 cm dan 6 cm, baunya harum dan sedikit pahit agak pedas. temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal.

Temulawak juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh. Dengan banyak manfaat yang nyata secara medis tersebut maka pemerintah mencanangkan “Gerakan Minum Temulawak” sejak 2 tahun yang lalu.

Manfaat dan Khasiat Temulawak lainnya adalah kurang ASI, limpa, asma, cacar air, sariawan, hepatitis, kandung empedu (bukan sal.nya tersumbat), nyeri sendi dan tulang.
Secara klinis, khasiat tumbuhan asli Indonesia ini bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Temulawak memiliki kandungan minyak atsiri dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang)

KANDUNGAN KIMIA :
Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Cara pemakaian Temu Lawak Untuk minuman sehari-hari

Tiga lapis Irisan temulawak keringkemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih, dan disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

Cara Pemakaian Temu lawak untuk Obat berbagai penyakit

Sakit Limfa
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/2 rimpang lengkuas, 1 genggam daun meniran. Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, dan disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.
Sakit Ginjal
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 genggam daun kumis kucing, 1 genggam daun kacabeling. Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air, dan disaring. Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.
Sakit Pinggang 
Bahan: 1 rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 genggam daun kumis kucing. Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air, dan disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.
Asma 
Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, 1 potong gula aren. Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah kering direbus dengan 5 gelas air ditambah 1 potong gula aren sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.
Sakit Kepala dan masuk angin. 
Bahan: beberapa rimpang temulawak. Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk halus menjadi tepung. Kurang lebih 2 genggam tepung temulawak direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring disaring.
Maag 
Bahan: 1 rimpang temulawak. Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih, dan disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.
Sakit perut, Sakit perut pada waktu haid 
Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya. Cara membuat: temulawak diparut, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.
Menghilangkan bau amis sewaktu haid : 
Bahan: 1 rimpang temulawak, 5 buah mata asam, 1 potong gula kelapa. Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan, kemudian bersama bahan lainnya ditaruh dalam waskom (rantang/ panci), diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih 15 menit, dan disaring. Cara menggunakan : diminum 3 kali, 1 kali sehari.
Memperbanyak produksi ASI 
Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, dan tepung saga secukupnya. Cara membuat: temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi bubur. Cara menggunakan : dimakan biasa.
Memacu ASI yang macet 
Bahan : 1 1/2 rimpang temulawak diparut, 1 potong gula kelapa, 2-3 sendok makan adonan sagu. Cara membuat : temulawak diparut, kemudian bersama bahan lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring. Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.
Kesulitan buang air besar/berak 
Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa. Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan sampai kering, kemudian bersama bahan lainnya diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring. Cara menggunakan: diminum biasa.
Sembelit 
Bahan : 1 rimpang temulawak dan biji sawi secukupnya. Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring. Cara menggunakan : diminum biasa.
Menambah nafsu makan 
Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/4 rimpang lengkuas, 1/2 genggam daun meniran. Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.
Radang sendi, Rematik, Pegal linu 
Bahan : 25 gr rimpang temulawak, 30 gr jahe merah Cara membuat : Rebus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring Cara menggunakan : diminum
Gangguan Lever 
Bahan : 25 gr rimpang temulawak, 30 gr daun serut / mirten Cara membuat : Rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring Cara menggunakan : diminum selagi hangat
Mengobati Batuk dan radang saluran nafas 
Bahan : 25 gr rimpang temulawak di parut Cara membuat : Tambahkan air matang secukupnya, kemudian disaring, tambahkan madu, tambah perasan 1 buah jeruk nipis Cara menggunakan : diminum
Radang Kandung empedu 
Bahan : 30 gr rimpang temulawak di iris-iris Cara membuat : Rebus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring Cara menggunakan : diminum
Mengatasi batu empedu 
Bahan : 25 gr rimpang temulawak, 30 gr menira dan gula aren secukupnya Cara membuat : Rebus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring Cara menggunakan : diminum
Menurunkan kadar Kolesterol tinggi 
Bahan : 20 gr rimpang temulawak kering di tumbuk halus Cara membuat : seduh dengan air panas secukupnya Cara menggunakan : diminum selagi hangat
Radang Lambung 
Bahan : 30 gr rimpang temulawak dipotong kecil-kecil Cara membuat : Rebus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian disaring Cara menggunakan : diminum

Jika bermanfa'at berbagilah informasi ini.....

Jumat, 06 Desember 2013

TERAPHY BIOLOGY MENGGUNAKAN PROPOLIS SEBAGAI NUTRISI TAMBAHAN DALAM PENGOBATAN CANCER

"Terapi Biologi Menggunakan Propolis sebagai Nutrisi Tambahan dalam Pengobatan Kanker," diterbitkan dalam International Journal of Cancer, 2007 merupakan survei yang sangat baik dari literatur yang lebih baru tentang topik itu. Meskipun sebagian besar wilayah kerja terbaru dibahas, pekerjaan yang sangat menarik Nadia Orsolik dan Ivan Dasar di Slovenia adalah regretably tidak disentuh. Artikel adalah 'harus membaca' dan dapat ditemukan dihubungkan sini dalam teks penuh

Pengantar
Propolis adalah zat resin diekstrak dari tanaman oleh lebah agar dapat digunakan dalam sarang lebah untuk berbagai tujuan termasuk: Perlindungan terhadap predator, parasit dan mikroorganisme (Park et al, 2002.), Menjaga suhu dan mempromosikan asepsis dari sarang lebah. Ini telah digunakan sejak lama Yunani karena sifat terapeutik. Sifat propolis (lem lebah) sangat tergantung pada asal botani. Komposisi kimia sangat bervariasi tergantung pada waktu tahun dan lokasi geografis (Banskota et al., 2000). Ini terdiri dari lebih dari 180 senyawa yang, bertindak secara sinergis, menyajikan penyembuhan dan jawaban fungsional terhadap banyak penyakit (Castaldo dan Capasso, 2002).

Asal botani propolis baik dapat dianalisis melalui penilaian mikroskopis, mengidentifikasi dan membandingkan fitur-fitur histologis hadir dalam sampel propolis dan tanaman (Bastos et al, 2000;. Oliveira dan Bastos, 1998) atau dengan analisis kromatografi ekstrak etanol propolis dan asal masing botani, propolis hijau, misalnya, berasal dari tender tumbuh dari Baccharis dracunculifolia (Kasahara, 2003;. Taman et al, 2002).

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur pada sifat farmakologi dari propolis. Hal ini umumnya dianggap sebagai pilihan yang aman dan efektif untuk terapi biologi dan pencegahan kanker.

CANCER
Neoplasia dipahami sebagai pertumbuhan baru sel tumor dan biasanya berarti proliferasi abnormal. Jika sel-sel berkembang biak tidak mampu menyerang sel-sel jaringan di sekitarnya, tumor jinak yang dihasilkan, dalam kasus yang mereka lakukan, tumor dianggap ganas. Ini penyimpangan seluler biasanya akibat dari mutasi genetik, paparan faktor risiko atau sekresi hormon abnormal atau enzim. Istilah kanker biasanya berimplikasi keganasan (Thomas, 1986). Semua jenis kanker memiliki invasi atau potensi metastatization, tetapi masing-masing jenis tertentu memiliki karakteristik klinis dan biologis tunggal yang harus dipelajari untuk diagnosis, pengobatan dan tindak lanjut (Devita et al., 1997). Ada empat cara utama untuk mengobati kanker: Bedah, kemoterapi, radioterapi dan terapi biologi (National Cancer Institute, 2004).

TERAPI BIOLOGI
Terapi biologi adalah suatu tindakan pengobatan yang bekerja bersamaan dengan sistem kekebalan tubuh. Pengubah dari jawaban biologi yang digunakan dari organisme itu sendiri untuk menghadapi kanker, membantu untuk mengalahkan proses penyakit. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengubah pola diferensiasi sel-sel tumor, membuat mereka lebih mudah untuk mengontrol (Rosenthal, 2000). Itu modalitas terapi dapat membantu melawan kanker atau mengendalikan efek samping yg dipicu oleh pilihan pengobatan lain seperti kemoterapi (National Cancer Institute, 2004). Terapi biologi dan tindakan kemoterapi adalah pengobatan yang bekerja dengan cara yang berbeda. Yang utamanya adalah membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker, yang terakhir menyerang sel-sel tumor secara langsung (National Cancer Institute, 2004).

Kontribusi Propolis, sebagai suplemen gizi coadjuvant dalam pengobatan kanker sudah dibenarkan karena karakteristik fungsional dibuktikan oleh banyak penelitian ilmiah dan uji klinis yang dilakukan di seluruh dunia. Beberapa beberapa kegiatan biologis propolis yang bertindak secara sinergis satu sama lain dan dengan obat kemoterapi konvensional adalah: Aktivitas antitumoral, perlindungan DNA, pencarian radikal bebas, stimulasi kekebalan tubuh (Banskota et al, 2001; Suzuki et al, 2002.).

Kegiatan Anti-tumoral
Sitotoksisitas Propolis didokumentasikan baik oleh hewan dan studi in vitro. Telah diamati bahwa aktivitas antitumoral dari dracunculifolia Propolis Baccharis erat terkait dengan artepillin C substansi dan hasil aktivitas sitotoksik dalam apoptosis yang mengarah ke sel-sel kanker DNA fragmentasi (Kimoto et al., 1998). Hipotesis lain dari mekanisme antitumoral propolis menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat dikaitkan dengan aktivasi produksi limfosit dan stimulasi selanjutnya dari sistem kekebalan tubuh yang berhubungan dengan penghambatan peroksidasi lipidic (Kimoto et al., 2001). Artepillin C diisolasi dari propolis hijau Brasil (asal botani: Baccharis dracunculifolia) dan komposisinya mengungkapkan dalam sitotoksisitas vitro terhadap sel tumor. Setelah injeksi intratumoral dari 500 mg artepillin C tiga kali seminggu, apoptosis histologis diamati, ditambah kombinasi nekrosis dan penindasan mitosis. Selain penghambatan pertumbuhan tumoral, diamati ketinggian di T CD4/CD8 tingkat sel dan jumlah sel pertahanan (Kimoto et al., 1998).

Ester asam caffeic (CAPE) merupakan senyawa aktif propolis berbasis poplar, dengan struktur sederhana, bertanggung jawab untuk aktivitas biologis utama dari jenis propolis. Sekitar 20 zat serupa diuji oleh Nagaoka dkk. (2002), dalam sel-sel kanker dari tikus (karsinoma 26-L5, malonoma B16-BL6, Lewis paru karsinoma LLC) dan manusia (fibrosarcoma HT-1080, adenokarsinoma paru A549, leher rahim adenokarsinoma HeLa) menggunakan 5-fluorouracil (EC50: 0,06 M ) sebagai kontrol. Itu mengamati bahwa 4 dari 20 senyawa disajikan aktivitas antiproliferatif kuat dengan rendah EC50 nilai (EC50: 0,02 dan 0,03 M). Nagoaka et al., 2003, telah meneliti efek CAPE melalui oral (5 mg / mouse / hari selama 7 hari) sebelum dan setelah inokulasi intravena suspensi pada sel tumor pada tikus. Di hari ke 15 setelah suspensi diinokulasi, jumlah bintil pada permukaan paru-paru dihitung dan berat masing-masing tumor dihitung. Tidak ada penekanan pembentukan tumoral pada tikus dengan pemberian CAPE sebelum inokulasi. Pada tikus yang diobati dengan CAPE setelah inokulasi, penurunan pembentukan tumor paru-paru dilaporkan dan kedua berat badan dan jumlah nodul mengalami pengurangan 50%. Dengan cara ini, efek antimetastatic CAPE harus baik karena sitotoksisitas, aktivitas penghambatan terhadap sel tumor, atau blokade proses invasif, langkah awal untuk metastasis. Dalam studi yang sama, sekarang menggunakan cisplatine (CDDP), obat dengan efek antimetastatic ekspresif, penulis mengamati penurunan yang signifikan dari berat badan, dianggap sebagai efek samping toksik. Sebaliknya, CAPE memiliki dampak kecil di berat badan, menunjukkan penekanan metastasis tanpa efek samping yang signifikan (Nagoaka et al., 2003).

Perlindungan DNA
Fitzpatrick dkk. (2001), mengevaluasi efek merangsang apoptosis CAPE dalam makrofag mencit (NR 8383) dan sel manusia epitel (SW 620). Sel-sel -100.000 dan 150.000 mL-1, masing-terkena CAPE (3-30 mg mL-1 atau kendaraan (0,2% DMSO) selama 24 jam. Fragmentasi DNA diukur dengan menggunakan The kematian sel deteksi ELISA ditambah uji Metode, mengungkapkan induksi lebih efektif apoptosis dalam makrofag (Fitzpatrick dkk., 2001). peneliti lain menunjukkan bahwa CAPE mampu menginduksi apoptosis disukai, tergantung pada jenis sel diobati dengan efek senyawa-selektif dalam apoptosis-(Su et al., 1995). CAPE, bahkan ketika digunakan dalam dosis rendah, dapat mencegah transformasi seluler dan menginduksi apoptosis, tanpa efek pada sel-sel normal (Chen et al., 2003).

Radikal Bebas
Flavonoid dan senyawa fenolik diketahui zat antioksidan dengan aktivitas scavenging radikal bebas. Keduanya ditemukan dalam konsentrasi tinggi dalam propolis. Radikal bebas, senyawa oksigen reaktif, adalah zat terus diproduksi oleh tubuh, sehingga baik dari metabolisme sel, yang dihasilkan dalam proses fisiologis seperti bernapas seluler atau peristiwa patologis. Mereka radikal bertindak dalam lipid membran sel, protein cytoplasmatic atau DNA, menyebabkan kerusakan atau perubahan ireversibel sebagai penghapusan. Kejadian-kejadian tersebut juga dikaitkan dengan pertumbuhan tumoral, mungkin karena mereka bertindak sebagai utusan sekunder dalam tanda-tanda transduksi yang mengatur proliferasi sel (Havsteen, 1983;. Heo et al, 2001). Antioksidan baik memblokir atau menghapus banyaknya radikal ini menjaga organisme dari tindakan yang berbahaya. Dengan demikian, mengurangi peroksida intraselular, antioksidan sendiri akan menghambat proses karsinogenesis. Matsushige et al. (1996), diisolasi senyawa ekstrak air Baccharis dracunculifolia propolis, secara rutin disebut propol, yang terbukti memiliki efek anti-oksidan kuat dari vitamin C dan E. Banskota et al. (2000), diverifikasi bahwa ekstrak air propolis Brasil adalah pemulung radikal bebas lebih kuat daripada ekstrak alkohol yang sesuai. Pemberian ekstrak air Brasil disajikan terkuat anti aktivitas radikal bebas bila dibandingkan dengan ekstrak air dari China, Peru dan Belanda, dengan ED50 (dosis mengeksekusi) hanya 5,9 mg mL-1, sedangkan ekstrak air Peru disajikan nilai ED50 setara dengan 94,9 mg, satu di Belanda, ED50 14,6 mg dan di Cina, ED50 sebesar 7,0 mg. Ester asam caffeic digunakan sebagai kontrol, dengan ED50 sebesar 1,9 mg mL-1.

Stimulan kekebalan
Setiap kali organisme menyajikan patologi, menjadi rentan dan setiap rangsangan tambahan untuk sistem kekebalan tubuh menjadi sangat penting. Itu dapat dilakukan melalui diet, misalnya, dengan asupan produk kaya vitamin serta melalui suplemen makanan. Propolis adalah produk yang aman menyajikan tidak hanya tindakan terapi, tetapi juga salah satu pencegahan, setelah menyajikan aktivitas modulasi kekebalan.

Ansorge etal. (2003), mempelajari pengaruh CAPE dan flavonoid hesperidina dan quercetine, berasal dari ekstrak propolis yang berbeda, dalam fungsi sel kekebalan tubuh manusia, seperti: sintesis DNA, produksi sitokin (IL-1, IL-12, IL-2, IL-4, IL-limfosit 10 dan TGF-β1) dan T. Data menunjukkan zat diteliti mampu, tergantung pada dosis, peningkatan kapasitas produksi TGF-β1 dalam sel T manusia. TGF-β1 menyebabkan penghambatan pertumbuhan sel, diferensiasi dalam beberapa jenis sel, itu adalah regulator jawaban imun dan mediator inflamasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa propolis menyajikan efek modulasi langsung dalam kegiatan fungsional dasar sel imun yang mungkin melalui kekebalan sel T modulator. Hal ini diketahui bahwa metabolit antara oksigen terkait dengan makrofag aktivitas bakterisida. Oksida nitrat (NO) sangat penting dalam mekanisme kerja makrofag terhadap mikroorganisme. Namun, produksi berlebihan mengerahkan efek toksik pada beberapa organ, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Orsi dkk. (2000), melakukan studi untuk mengevaluasi aktivasi makrofag setelah paparan propolis. A 10% hidro solusi beralkohol propolis diberikan kepada tikus, kelompok kontrol menerima larutan fisiologis (NaCl 0,9%). Dalam rangka untuk mengevaluasi aktivasi makrofag, oksigen antara konsentrasi metabolit ditentukan: H2O2 dan NO. mencit dikorbankan dua puluh empat jam setelah dirawat dengan propolis untuk dalam evaluasi sel in vitro. Telah diamati bahwa propolis (5, 10 dan 20 mg mL-1) mempengaruhi peningkatan produksi H2O2. Dalam studi ini, propolis tidak menyebabkan perubahan signifikan dalam produksi NO, dengan penghambatan bijaksana dalam konsentrasi 50 dan 100 mg mL-1. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa propolis memainkan peran penting dalam aksi sistem imunologi, khusus untuk respon imun non-spesifik host melalui aktivasi makrofag. Hasil yang ditemukan dalam penelitian yang sesuai dengan yang ditemukan oleh Daripada dkk. (2003), yang menguji NO penghambatan produksi, yang disebabkan oleh ekstrak air dan alkohol dari propolis hijau Brasil dalam kultur sel makrofag J774.1 tikus. Media kultur yang terkandung lipopolisaccharides (LPS, 10 mg mL-1), salah satu NO aktivator produksi. The produksi NO diukur dengan akumulasi nitrit dalam budaya melalui reagen Griess. Kedua ekstrak berair dan alkohol yang terbukti ampuh dalam penghambatan tergantung dosis NO, dengan nilai IC50 sebesar 37,8 dan 78,9 mg mL-1 masing-masing, sesuai dengan Matsushige et al. (1996b), yang menggunakan ekstrak propolis air dalam percobaan in vitro untuk mengakses efektivitas mereka dalam sintesis NO. The berair efek ekstrak propolis diukur dalam beberapa konsentrasi (1000, 100, 10 mg mL-1) dan itu jelas bahwa itu menghambat aktivitas sintesis NO pada J774.1 sel, bervariasi sesuai dengan dosis yang diterapkan.

Sinergi dengan Kemoterapi
Efek biologis juga bertindak secara sinergi dengan obat kemoterapi konvensional seperti 5-fluorouracil (Suzuki et al., 2002). Antioksidan memiliki kemampuan untuk meningkatkan efek dari obat anti-karsinogenik. Ini adalah fakta yang relevan karena mengurangi efek samping yang disebabkan oleh obat-obatan ini, melalui penurunan dosis yang diberikan tanpa merugikan efek terapi (Santos dan Cruz, 2001). Suzuki et al. (2002), oral mentah, propolis larut air (CWSP) bersama-sama dengan subkutan 5-fluorouracil (5-FU), atau mitomicine C, di ICR diinokulasi tikus sel karsinoma, dengan tujuan menguji efek CWSP dalam tumor kemajuan, efektivitas kemoterapi dan hematopoiesis dalam sirkulasi darah. Terapi ini berhubungan dengan propolis dan agen kemoterapi menyebabkan terbesar tingkat regresi tumoral dalam stadium lanjut, dibandingkan dengan kemoterapi terisolasi, menggambarkan efek tambahan dari CWSP lisan dalam regresi tumor bila dikombinasikan dengan agen kemoterapi konvensional. Selain itu, gabungan terapi perbaikan sitopenia diinduksi oleh 5-FU, sehingga pemulihan jumlah sel darah putih dan merah (5-FU + CWSP, air atau baik cwsp dengan diamati, digunakan, diperlakukan dosis efek hitungan kontrol signifikan terisolasi trombosit yang > 0.05/5-FU terisolasi atau kontrol diperlakukan dengan air), atau penurunan pertumbuhan tumor dengan pemberian oral ekstrak air propolis terisolasi. Sebuah mekanisme kemungkinan aksi CWSP akan peningkatan bioavailabilitas dari 5-FU, dengan kata lain, CWSP akan bertindak mempertahankan tingkat tinggi dari 5-FU dalam aliran darah. Menurut Santos dan Cruz (2001), ketika bergaul antioksidan dan agen kemoterapi, efek yang diinginkan dapat dicapai dengan efek samping yang lebih kecil, setelah antioksidan meminimalkan toksisitas yang disebabkan oleh obat saat berinteraksi dengan radikal bebas.

Lainnya
Studi terbaru menunjukkan bahwa suplementasi gizi dengan antioksidan dapat mempengaruhi respons terhadap kemoterapi serta perkembangan efek samping yang disebabkan oleh kemoterapi. Orsolic dan Dasar (2005), menggunakan CBA model tikus karsinoma mammae dicangkokkan, untuk menyelidiki potensi penggunaan klinis dari propolis larut air dalam pengobatan berbagai cytopenias diinduksi oleh radiasi dan kemoterapi. Juga, khasiat antimetastatic air senyawa terlarut dengan propolis sendiri atau dalam kombinasi dengan agen kemoterapi dan efek mereka pada sel jumlah darah dievaluasi. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi air propolis larut dengan kemoterapi dan atau radioterapi dapat meningkatkan potensi antimetastatic agen kemoterapi. Hal ini juga menunjukkan manfaat dalam uji klinis yang potensial menggunakan air propolis larut dikombinasikan dengan kemoterapi untuk memaksimalkan aktivitas antitumor dan meminimalkan efek samping pasca kemoterapi atau radioterapi, seperti umumnya penurunan sel darah. Selain itu, Padmavathi et al. (2005), mempelajari efek terapi paclitaxel dan propolis (ekstrak etanol) pada peroksidasi lipid dan sistem antioksidan dalam, 7,12 dimetil benz (a) antrasena, DMBA-induced kanker payudara pada tikus betina. Telah diamati bahwa pemberian paclitaxel dan propolis efektif menekan kanker payudara, penurunan peroksidasi lipid dan meningkatkan aktivitas antioksidan enzymics atau non-enzimics (superoksida dismutase dan vitamin C misalnya) bila dibandingkan dengan terapi paclitaxel atau propolis saja. Kombinasi paclitaxel dan propolis menawarkan perlindungan yang maksimal terhadap DMBA diinduksi karsinogenesis payudara.

Kegiatan Anti-inflamasi
Peradangan dipicu oleh pelepasan mediator kimia dimulai pada jaringan yang terluka dan sel migrasi (Rankin et al, 1996;. Serhan dan Chiang, 2004). Di antara mediator diidentifikasi dari proses inflamasi yang dapat menemukan: amina vasoaktif (histamin dan serotonin), eikosanoid (asam aracdonic metabolit-prostaglandin dan leucotrienes), agregasi platelet factor (PAF), sitokin (interleukin dan TNF), quinines (bradikinine), radikal bebas dari oksigen, antara lain (Czermak et al, 1998;. Ohishi, 2000). Zat-zat yang diproduksi oleh sel-sel inflamasi yang mencakup leukosit polimorfonuclear (neutrofile, eosinofile, basofile), sel-sel endotel, sel mast, makrofag, monosit dan limfosit (Fiala et al., 2002). Selain aktivitas biologis dijelaskan sebelumnya, propolis dan produk sampingan mereka melampirkan sifat anti-inflamasi yang dijelaskan dalam model peradangan yang berbeda, termasuk formaldehida diinduksi arthritis, paw edema disebabkan oleh PGE2, carragenine atau radiasi (Dobrowolski et al, 1991;. El-Ghazaly dan Khayyal , 1995; Park dan Kahng, 1999; Park dan Woo, 1996), serta dalam peradangan akut yang disebabkan oleh zimozan (Ivanovska et al, 1995).. Dalam beberapa studi tersebut diamati bahwa propolis disajikan efektivitas yang sama dengan obat anti inflamasi yang digunakan sebagai kontrol positif dalam percobaan. Selain itu, hesperidina flavonoide, hadir dalam sampel propolis Eropa, menunjukkan efek yang mirip dengan indometacine dalam edema diinduksi carragenine pada tikus (Emim et al., 1994). Ini telah dijelaskan dalam literatur bahwa selama fase akut peradangan, fenomena memicu utama dari proses ini adalah produksi prostaglandin lokal (terutama PGE2) dan leucotrienes berasal dari aracdonic asam. Mereka prostanoids relatif stabil dan terang-terangan tidak selektif dalam interaksi dengan beberapa subtipe penerima prostanoids seperti yang ditunjukkan dalam sampel disiapkan jaringan terisolasi (Coleman et al, 1994;. Hata dan Breyer, 2004). Studi dilakukan dengan persiapan paru-paru Marmot peka dengan telur albumin menunjukkan bahwa propolis yang disajikan efek penghambatan pada prostaglandin, leucotrienes dan pelepasan histamin, membantu menjelaskan efek anti-inflamasi diamati dalam dalam percobaan in vivo (Khayyal et al., 1993) . Demikian pula, Mirzoeva dan Calder (1996), menunjukkan bahwa propolis dan beberapa produk sampingan yang memicu produksi prostaglandin penindasan, termasuk leucotrienes, menjadi CAPE semakin kuat senyawa bioaktif untuk efek ini. Studi lain yang menarik dilakukan pada kelinci setelah kornea kauterisasi, disampaikan kepada pengobatan dengan propolis, ekstrak alkohol (Ozturk et al., 2000) atau ekstrak air (Hepsen et al., 1999). Dalam studi ini, propolis menunjukkan efek yang mirip dengan deksametason dalam pengurangan efek anti inflamasi yang berhubungan dengan proses bedah. Itu juga menunjukkan bahwa propolis dipromosikan penghambatan enzim hialuronidase, berkontribusi terhadap efek anti-inflamasi dan regeneratif dalam proses penyembuhan (Ikegaki et al., 1999). Empat belas Brasil ekstrak propolis komersial beberapa daerah negara dianalisis sesuai dengan model telinga edema disebabkan oleh aracdonic asam pada tikus. Setelah diberi ekstrak, setidaknya 4 dari sampel yang diuji disajikan mirip efek anti-inflamasi dengan yang dihasilkan oleh indometacine (Menezes et al., 1999), bervariasi secara signifikan membentuk daerah ke daerah dan tergantung pada di mana ia melanjutkan dari.

Penyembuhan Kegiatan Ozturk etal. (1999), telah menunjukkan bahwa asetilkolin (Ach) dan propolis memfasilitasi penyembuhan luka di kornea tikus membandingkan dengan kelompok kontrol, yang larutan garam diberikan. Pada kelompok uji pemberian topikal digunakan enam kali sehari, selama tiga hari di lokasi cacat epitel kornea. Menurut Peruchi et al. (2000), proses perbaikan sayatan kulit dimulai dengan pelepasan darah dan pembentukan bekuan darah. Penyembuhan luka atau sayatan pada selaput lendir mulut, dalam lingkungan yang lembab dan gerakan konstan, tidak memungkinkan retensi bekuan darah. Itu akan membuat proses perbaikan lebih lambat menjadi diperlukan penggunaan obat untuk mempercepat penyembuhan. Propolis, kemudian bisa bertindak positif dalam mendukung penyembuhan luka karena antiseptik, penyembuhan dan sifat anestesi. Dengan cara ini, banyak penulis telah memverifikasi efek histologis solusi propolis beralkohol di luka mukosa oral pada tikus dan mereka mengamati bahwa propolis tidak menciptakan reaksi inflamasi dan menginduksi pembentukan epitel serta neoformation pembuluh darah dan fibroblastik dari jaringan ikat . 10% larutan beralkohol propolis merangsang perbaikan jaringan mukosa mulut pada tikus. Bretz et al. (1998), menggunakan kalsium hidroksida dan propolis dalam penilaian penyembuhan potensi propolis dalam pulp gigi terkena tikus. Kedua zat yang diuji efektif dalam menjaga populasi rendah sel inflamasi dan mikroba. Efek dari obat kumur yang mengandung propolis dalam memperbaiki jaringan setelah prosedur bedah gigi (sulcoplasty) pada manusia diuji (Magro-Filho dan Carvalho, 1994). Larutan kumur digunakan mengandung 5% solusi hidro-alkohol propolis. Evaluasi sitologi dan klinis dilakukan dan diamati bahwa mulut lisan bilasan yang mengandung propolis membantu dalam penyembuhan pasca operasi dan kendaraan yang digunakan memiliki efek iritasi minimal pada luka bedah intra-oral. Mereka setuju dengan temuan penelitian yang dianalisis secara histologis reaksi dan perbaikan jaringan ikat subkutan tikus, kontak dengan tabung polietilen diisi dengan salep comfrey (Symphytum tuberosum), propolis dan madu (Magro-Filho et al., 1987) . Dua kelompok terbentuk, dengan 21 hewan masing-masing. Tabung ditanamkan tanpa obat (kontrol) dan tabung dengan salep yang mengandung 90% proporsi comfrey, propolis dan madu dan 10% dari vaselin dan lanolin sebagai kendaraan. Potongan-potongan untuk evaluasi histologis diperoleh setelah 2, 5, 10, 20, 30, 40 dan 60 hari pasca operasi dan mereka terdiri dari tabung dan jaringan yang berdekatan. Dua daerah dianalisis: Satu kontak dengan pembukaan tabung (disebut daerah A) dan lainnya agak jauh dari itu (disebut daerah B). Untuk hari kelima pasca operasi, sekelompok tebal serat colagenous diamati di ekstremitas daerah A. Untuk hari kesepuluh, strip serat colagenous hampir menyumbat cahaya tabung, yang lebih tebal di daerah pusat, di daerah B ada yang baru terbentuk jaringan ikat. Itu melihat, bagaimanapun, bahwa antara hari-hari pasca operasi ke-20 dan ke-60, kelompok perlakuan disajikan sedikit infiltrasi neutrofile dan kehadiran limfosit, histiosit dan sel berinti melibatkan fragmen materi, mungkin karena kendaraan yang digunakan, tetapi tanpa terjadinya parah reaksi. Studi ini menyimpulkan bahwa neoformation ikat dipercepat sampai hari pasca operasi kesepuluh.

Aktivitas Antimikroba
Senyawa-senyawa aktif farmakologi propolis, sebagai flavonoid dan asam fenolat, efek hadir pada bakteri, jamur dan virus. Ada indikasi bahwa pelarut yang digunakan untuk ekstraksi propolis dapat mempengaruhi kekuatan kegiatan ini antimikroba. Bahkan, solusi gliserin, misalnya, menunjukkan penghambatan lemah bakteri Gram-positif, sedangkan etanol dan propilenglikol solusi menunjukkan efektivitas terhadap jamur (Castaldo dan Capasso, 2002). Studi tentang kegiatan antibiotik dan antijamur dilakukan dengan menggunakan larutan berair atau suspensi dari bahan-bahan berikut: butir Propolis mengandung 300 mg propolis per gram, disebut oleh penulis PG, tablet warna merah mengandung 350 mg propolis per tablet, yang beratnya rata-rata dari 1,2 g, yang disebut oleh penulis PR dan tablet kuning yang mengandung 350 mg serbuk sari, dengan berat rata-rata 1,2 g, disebut PY. Penisilin, streptomisin, tetrasiklin, griseofulvine, metronidazol, phenylbutasone, flurbiprofene dan hidrokortison asetat digunakan sebagai kontrol untuk perbandingan. Evaluasi aktivitas zat diuji dicapai dalam kondisi in vitro. Mikroorganisme yang digunakan adalah lima Gram-positif (Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Streptococcus viridans, Diplococcus pneumoniae dan Corynebacterium diphtheriae), lima Gram-negatif (Escherichia coli, Salmonella typhi, Salmonella paratyphi dan Shigella flexneri), kultur murni dari sepuluh jamur (Cryptococcus neoformans, Histoplasma capsulatum, Madurella mycetomi, Microsporum kandang, Microsporum gypseum, Phialophora jeanselmei, Piedra hortae, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum dan Trichosporon cutaneum) dan garis keturunan virulen Entamoeba histolytica. PR dan PG menunjukkan aktivitas antimikroba, terutama terhadap mikroorganisme Gram-positif. PY menunjukkan efek antibakteri ringan terhadap empat Gram-positif: S. aureus, S. pyogenes, S. viridans, D. pneumoniae dan terhadap dua bakteri Gram-negatif: E. coli e Sh. Flexneri. PG dan PR menunjukkan aktivitas yang pasti terhadap kelompok jamur superfisial dan dermatomicosis. Kegiatan PG dan PR terhadap subkutan dan mikosis sistemik tidak diamati. Tak satu pun dari persiapan propolis aktivitas disajikan terhadap Entamoeba histolytica (Dobrowolski et al., 1991). Efek dari ekstrak etanol propolis komersial pada Candida albicans pada subyek dengan infeksi kandida oral dievaluasi (Martins et al., 2002). Alunan Candida albicans dikumpulkan dari lesi oral pseudomembran dan eritematous infeksi kandida dua belas pasien HIV-positif dan lesi oral atrofi kandidiasis eritematus pasien soronegative. Diuji solusi adalah ekstrak etanol mengandung 20% propolis (EPE) yang diperoleh dari Nectar Pharmaceutica di Belo Horizonte, negara bagian Minas Gerais, Brasil. Untuk menguji kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme secara in vitro, rumus asli dari solusi yang tersedia secara komersial digunakan. Disk Econazol (25 mg), clotrimazol (50 mg) dan fluconazol (25 mg) digunakan untuk membandingkan efek Epe. Kontrol positif dibuat dengan nistatine (100 IU) dan kontrol negatif, dengan air steril destilasi (20 mL). Akibatnya, ia mengamati bahwa Epe efektif dalam penghambatan pertumbuhan semua aliran diuji Candida albicans. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara data yang diperoleh untuk Epe dan nistatine. Namun, beberapa strain Candida albicans yang sangat lebih rentan terhadap Epe daripada nistatine. Lain telah menunjukkan zona penghambatan dengan diameter rata-rata yang sama untuk Epe dan nistatine. Taman et al. (1998), menyelidiki aktivitas antimikroba propolis dalam mikroorganisme lisan melalui in vitro studi dan analisis kuantitatif dicapai dari flavonoid dalam sampel propolis Brasil. Semua sampel menunjukkan efek penghambatan pada pertumbuhan Streptococcus sanguis, Streptococcus sp. diisolasi dari air liur, Actinomyces naeslundii dan Streptococcus mutans. Flavonoid dianalisis melalui analisis HPLC, yang menunjukkan adanya kaempferol, pinocembrin dan galangine dalam proporsi yang berbeda (mg g-1) tergantung pada daerah geografis dimana sampel diambil. Ito et al. (2001), meneliti aktivitas anti-HIV senyawa terisolasi dari propolis Brasil. Jumlah yang tepat untuk infeksi virus antara 0,1 dan 0,01 unit infeksi / sel ditambahkan ke T H9 sel. Bagian lain dari T H9 sel hanya menerima setengah budaya dan diinkubasi dalam kondisi identik dengan sel yang terinfeksi HIV. Obat AZT digunakan dalam percobaan sebagai kontrol positif. Senyawa asam tolol disajikan kegiatan anti-HIV yang signifikan (EC50 <0-mg-ml-1> 186) dibandingkan dengan komposisi lainnya yang dianalisis dalam penelitian ini dan itu dimodifikasi untuk mengembangkan agen anti-AIDS lebih kuat.

KESIMPULAN
Meskipun kemajuan konstan dibuat dalam bidang medis, kanker tidak sepenuhnya diketahui, terutama karena kompleksitas etiologi yang melibatkan penyakit ini. Pilihan pengobatan tidak nyaman, berkali-kali traumatis, berdampak pasien dan kehidupan relatif mereka. Hal ini penting untuk mengetahui saat yang paling tepat untuk intervensi dan memilih untuk modalitas terapi yang terbaik, mengambil jenis kanker ke rekening serta panggung. Kualitas hidup harus selalu dianggap sebagai penting dalam keputusan tersebut, untuk meminimalkan konsekuensi status fisik dan psikologis mereka akan melalui pengobatan onkologi. Propolis, untuk aktivitas biologis sudah dikaitkan dengan senyawanya, menyajikan dirinya sebagai suplemen makanan yang efektif untuk digunakan oleh orang-orang dalam pengobatan kanker selain bermain asisten peran penting terhadap obat pilihan pertama dalam terapi tradisional. Jadi, mengambil keuntungan dari manfaat produk ini alami dengan sifat farmakologi yang positif, dapat membantu meningkatkan pilihan yang tersedia bagi pasien dan profesional berhubungan dengan kanker, serta kualitas hidup mereka.

PETUNJUK
Kematian selular apoptosis-diprogram T-Sel limfosit yang diproduksi di Timus CD4 - T helper limfosit penanda permukaan CD8-limfosit penanda permukaan hadir dalam sel dengan fungsi sitotoksik atau penekanan. Asam caffeic phenethyl CAPE-ester Tumor ganas karsinoma yang berasal dari jaringan epitel
Melanoma-bentuk kanker kulit yang mengalir dari melanosit (sel-sel yang menghasilkan pigmen) Fybrosarcoma-sarkoma jaringan lunak yang dimulai di jaringan fibrosa Adenokarsinoma-tumor ganas yang menyerang jaringan kelenjar epitel 5-FU - fluorouracil, obat yang digunakan dalam pengobatan kanker
DMBA = 7,12 dimetil benz (a) antrasena EC50 - Konsentrasi mengeksekusi CDDP - Cisplatine ED50 - dosis mengeksekusi IL - Interleukine Faktor pertumbuhan tumoral - TGF - 1 H2O2 - hidrogen peroksida
CWSP-mentah propolis larut dalam air PGE-Broncodilator prostaglandin Ekstrak propolis Epe-etanol
Indeks TI-terapi