Minggu, 29 Januari 2012

MENGATASI SISI GELAP DALAM DIRI MANUSIA


Setiap orang mempunyai suatu sisi gelap. Itulah yang sering dikatakan orang. Bahkan, seorang humoris dan penulis terkenal Amerika, Mark Twain, sampai-sampai mengatakan, "Everyone is a moon and has a dark side he never shown to anybody" (Setiap orang adalah seperti bulan, mempunyai sisi gelap yang tidak pernah ia tunjukkan kepada orang lain).

Tampaknya, apa yang dikatakan Mark Twain sangatlah benar. Bahkan, lebih dari sekadar perlu disadari, sisi gelap ini sangatlah perlu diwaspadai. Masalahnya, dalam kondisi tak terkendali, bagian inilah yang sering merampas kegemilangan dan kesuksesan yang dirintis susah payah bertahun-tahun.

Kita ambil contoh saja, mulai dari seorang atlet, artis, politikus hingga seorang pemuka agama yang punya reputasi begitu tersohor, akhirnya dirusakkan oleh sisi gelapnya sendiri. Biasanya masyarakat umum mulai menghujat dan menjauhi mereka, tatkala sisi gelap ini terungkap. Dan, sampai kapan pun sisi gelap ini akan terus menjadi misteri yang menarik untuk diungkap.

Bicara soal sisi gelap ini memang menarik. Masih ingatkah Anda dengan kisah legendaris terkenal yang berjudul Dr Jekyll dan Mr Hyde karya sastrawan Inggris terkemuka, Robert Louis Stevenson?

Dalam kisah ini diceritakan soal seorang dokter terkemuka yang mempunyai dua sisi kepribadian. Pada suatu saat, dia adalah seorang dokter yang menolong dan membantu orang, menyelamatkan nyawa orang.Namun, setelah meminum ramuan tertentu, dia pun berubah menjadi seorang malaikat maut pencabut nyawa yang berbahaya.

Masih mempunyai hubungan dengan kisah ini, adalah film box office beberapa tahun lalu yakni Star Wars. Dalam salah satu kisahnya yakni serial Return of The Sith, diceritakan soal bagaimana seorang Jedi yang hidupnya terhormat bernama Anakin Skywalkers yang kemudian berubah menjadi pria yang ganas dan berbahaya.

Dua sisi

Kedua tokoh ini pada dasarnya mengingatkan kita soal dua sisi dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya salah satu psikolog terkenal, Carl Gustav Jung, menyebutkan bahwa dalam diri setiap orang terdapat bagian yang disebutnya dengan shadow (bayangan).

Shadow ini berisi pribadi sisi gelap yang merupakan kumpulan insting, naluri, dan dorong-dorongan negatif dalam kehidupan kita. Bagaimana nyatanya shadow ini bersemayam pada diri setiap orang, perhatikanlah kedua kisah nyata ini.

Kisah pertama, ada seorang ahli agama yang setiap hari berbicara soal agama dan memberikan kuliah soal moralitas. Akhirnya, begitu banyak orang mengaguminya karena sering tampil di depan publik dengan retorikanya yang begitu menggugah dan meyakinkan, khususnya jika dia mulai bicara soal moralitas.

Pengikutnya bahkan berkembang dan fans-nya banyak. Namun, tanpa ada yang tahu, si ahli agama ini ternyata banyak membohongi pengikutnya dengan mengutip uang dari mereka-mereka yang dengan tulus mendermakan uang untuk membantu proyek sosialnya. Akhirnya, kebohongan ini pun terkuak. Saat ketahuan, ternyata sudah bermiliar rupiah dikutip oleh ahli agama ini dari pengikutnya. Dia pun akhirnya dikucilkan.

Kisah kedua, menyangkut seorang direktur sebuah perusahaan yang kehidupannya membingungkan bagi orang-orang di sekitarnya. Di depan publik, si direktur yang juga banyak berbicara di forum-forum nasional ini banyak berbicara tentang manajemen yang jujur dan penuh integritas.

Dia pun mengajari orang soal bekerja sebagai ibadah dan menasihati orang soal keagamaan. Namun, di sisi lain, orang-orang sekitarnya mengetahui bahwa dirinya sangat manipulatif bahkan biasa menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan.

Nah Sobatku,kedua kisah ini menggambarkan contoh bagaimana sisi gelap bekerja pada diri setiap orang, tidak peduli betapa terhormat dan bagaimanapun situasinya. Kenyataannya ini yang terkadang jarang disadari dan bahkan kadang sulit ditoleransi oleh orang-orang, saat sisi gelap ini muncul ataupun terungkap.

Bagaimana menyikapi sisi gelap?

Bagaimana menyikapi sisi gelap pada diri kita dan orang lain? Hal terpenting, seperti diungkap oleh psikolog yang berbicara soal sisi gelap ini, yakni Carl Jung adalah kesadaran dan penerimaan bahwa setiap orang memiliki shadow-nya sendiri-sendiri.

Inilah bagian sisi yang oleh agama dan ajaran religius kita kerapkali disebut juga sebagai dosa. Karena itu, perlu dipahami bahwa sangat mudah bagi setiap orang untuk terjebak dalam sisi gelapnya. Namun, menyadari kecenderungan ini bukannya kita lantas
harus tunduk pada sisi gelap ini. Dalam film Star Wars, Anakin Skywalker yang berubah menjadi jahat, digambarkan dengan bagus tatkala dia membiarkan sisi gelap mengambil alih kendali atas hidupnya.

Bagi banyak orang, perjuangan melawan sisi gelap ini merupakan suatu pertempuran yang paling menarik dalam sebagian besar dari perjuangan kehidupan manusia. Realita menunjukkan selalu terjadi pertempuran antara sisi gelap dan sisi terang dalam diri kita hingga memunculkan salah satu pemenang.

Untuk itulah, seorang penulis yang juga seorang clinical hypnotherapist Kyle Varner dari Maryland, memberikan tip cara menyikapi secara positif sisi gelap kita ini.

Pertama
Menurutnya adalah menyadari kecenderungan adanya sisi gelap kita. Tidak adaseorang pun yang luput dari sisi gelap ini. Justru dikatakan mereka yang paling menggembar-gemborkan bahwa dirinya tidak berada dalam sisi gelap ini, merupakan mereka yang paling mudah terjerumus dalam lubang sisi gelap ini. Karena itu, pertama-tama adalah menyadari pola (pattern) kecenderungan sisi gelap diri kita ini.

Kedua
Adalah berusaha tidak melawan, tetapi merenungkan mengapa muncul sisi-sisi gelap tersebut. Di balik sisi gelap tersebut umumnya ada kebutuhan dan keinginan yang mungkin belum terpenuhi, atau tepatnya unfinished business dalam kehidupan kita. Memang sisi gelap tersebut bukannya harus diikuti, tetapi disikapi
secara positif bahwa sisi gelap menunjukkan kemanusiaan kita yang nyata. Realita menunjukkan semakin kita melawan semakin besar dorongan dalam diri kita, semakin kita merasa kalut dan terjebak semakin jauh. Menurut Kyle Verner, dengan menyadari dan menerima sisi gelap ini terlebih dahulu, barulah kita bisa belajar mengendalikannya.

Ketiga
Adalah mengarahkan energi sisi gelap tersebut untuk meraih kualitas hidup kita. Di satu sisi kita mengakui bahwa kita mempunyai kecenderungan negatif yang muncul dari sisi gelap tersebut, tetapi hal itulah yang sebenarnya bisa menjadikan hidup kita lebih kuat. Khususnya jika kita mampu mengendalikan bahkan menaklukkan sisi gelap tersebut.

Banyak tokoh yang setelah bergumul melawan sisi gelap mereka, akhirnya justru mencapai kualitas diri yang jauh lebih luar biasa. So. berusahalah melawan sisi negatif dari dalam diri kita agar hidup lebih damai, tenang dan mencapai keberhasilan tanpa adanya hambatan

source: socialpsycho-med

Senin, 23 Januari 2012

Mengatasi Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.

PENULARAN
Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.

GEJALA
Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sdebagai berikut :
1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.

Pemeriksaan Laboratorium
Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.
Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).

Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan
Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :
1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak
6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.

PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (Pengaruh aspirin pada anak-anak).
Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.
Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.

PENGOBATAN TRADITIONAL
Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam "self limiting disease" (penyakit yang sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.
Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.
Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya. Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak. Jka pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.
Selain berobat dokter, gondongan dapat juga diobati dengan menggunakan ramuan tradisional sebabagai berikut:
Ramuan Daun Tapak Dara: 1 genggam daun tapak dara, ditumbuk halus lalu ditempelkan pada gondongan.

PENCEGAHAN
Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.

Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.


source: journalmed

Minggu, 15 Januari 2012

Ramuan Herbal Untuk SEX Yang Berkualitas

Tidak seperti pada pria, wanita cenderung lebih sulit merasakan orgasme. Selain itu, masih banyak orang yang salah mengerti tentang ciri-ciri fisik orgasme pada wanita. Apa saja beda orgasme pada pria dan wanita?

Tidak sedikit suami yang menganggap bahwa orgasme pada wanita ditandai dengan ejakulasi atau keluarnya cairan dari vagina. Hal itu ternyata salah, karena orgasme pada wanita tidak ditandai dengan ejakulasi, layaknya yang terjadi pada pria.

Orgasme atau puncak kepuasan seksual pada pria memang ditandai dengan ejakulasi atau menyemprotnya cairan semen yang mengandung sperma, tapi pada wanita tidak ditandai dengan keluarnya cairan vagina sebanyak ejakulasi pada pria.

"Pada wanita lubrikasi yang membuat vagina basah merupakan tanda wanita terangsang dan siap bersenggama. Namun jika orgasme, wanita mengalami vagina spasm, di mana penis akan merasakan tekanan dengan ritmik seperti diremas dan dilepaskan beberapa kali," jelas Zoya Amirin, M.Psi, psikolog seksual dan pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.
Selain itu, hasil scan otak wanita dan pria saat orgasme juga menunjukkan perbedaan yang nyata dalam cara masing-masing mencapai kenikmatan seksual.

"Untuk pria, sentuhan adalah yang paling penting. Untuk wanita, itu tidak begitu penting," jelas Gert Holstege, Neuroscientist di University of Groningen, seperti dilansir Medindia.

Para ilmuwan menemukan perbedaan mencolok dalam cara pria dan wanita memandang seks. Pria menilai kebutuhan rangsangan fisik merupakan faktor utama untuk mencapai orgasme, sedangkan orgasme wanita berasal dari rasa nyaman, santai dan tanpa kecemasan.

Bagi wanita, suasana hati, kenyamanan dan rasa kedekatan memainkan peran yang jauh lebih besar dibandingkan rangsangan fisik pada zona erotis untuk mencapai orgasme.

Scan otak pria dan wanita selama aktivitas seksual digambarkan mengurangi aktivitas di amigdala, yaitu bagian otak yang mengontrol ketakutan dan kecemasan.

Pada pria, peningkatan aktivitas otak saat berhubungan seks paling banyak terjadi pada korteks somatosensory sekunder, yang menyiratkan nilai tinggi yang melekat pada sensasi fisik. Sebaliknya, scan otak wanita hanya menunjukkan sedikit peningkatan pada aktivitas korteks somatosensory primer.

Selain membuat tubuh sehat, mereka yang rutin berolah raga bisa memberikan nafkah bathin ke istrinya lebih baik. Dalam prosesnya, darah yang dipompa jantung akan memberikan aliran deras pada daerah genital Anda, yang bisa menjadikan milik Anda "mengangkat" lebih kuat.

Seperti dikutip laman menshealth.com, para peneliti dari University School of Medicine, Amerika Serikat, menyebutkan pemuda yang rutin berolah raga (gym) akan memiliki fungsi ereksi lebih baik dibanding mereka yang malas bergerak. Dalam prosesnya, para ilmuwan mengajak 78 pria yang berusia 18 hingga 40 tahun. Mereka diminta mengisi dua survei yang disodorkan para peneliti.

Setelah melihat hasilnya, peneliti menyimpulkan mereka yang gemar berolah raga tidak hanya memiliki fungsi ereksi lebih baik, namun juga mempunyai orgasme yang tinggi dalam mencapai kepuasan saat berhubungan seksual.

"Meski penelitian lain telah mengaitkan olah raga dengan ereksi rendah, namun studi ini jadi yang pertama mengamati hubungan pada cowok-cowok yang lebih muda," kata Chad WM Ritenour, MD, peneliti senior dan profesor untuk Departemen Urologi di Emory University School of Medicine, Amerika Serikat.

Ia menyayangkan sebagian pria tak mengenali hal ini sebagai masalah besar, sehingga berdampak lebih buruk bagi kehidupannya. "Banyak pria mungkin mengalami gejala rendah ereksi, tapi mereka tak mengetahui bila ini sebuah masalah besar," kata Ritenour.

"Tapi jika Anda dapat menangkap gejala sejak awal, Anda bisa mengambil langkah pencegahan agar itu tak memburuk," imbuhnya.

Untuk menghindarinya, Anda disarankan untuk berolah raga secara teratur. Karena semua bermuara pada aliran darah. Ereksi merupakan proses banyaknya darah yang mengalir ke genital Anda. Dengan memiliki jantung sehat itu akan membuat kinerja "milik" Anda jadi lebih baik.

Ramuan Herbal
Resep 1.
15 gr biji kucai
15 gr biji pare kering
20 gr jahe
5 gr ketumbar
5 gr lada hitam
Haluskan semua bahan, rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu saring
Minum selagi hangat

Resep 2
30 gr daun tapak liman
30 gr lengkuas merah
5 butir cabai jawa
10 gr biji pairare kering,[haluskan]
1 sendok makan madu
Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600 cc hingga tersisa 200 cc, lalu saring
Tambahkan madu , lalu di minum selagi hangat

Resep 3
3 gr ginseng
15 butir biji ginko biloba(pek-ko),....buang kulitnya ,..tumbuk
1 sendok makan madu
Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc [gunakan api kecil], lalu saring
Tambahkan madu , lalu di minum selagi hangat

Resep 4
15 gr biji daun hia
15 biji kucai
Cuci bersih semua bahan,..tumbuk halus, lalu seduh denga 250 cc air panas
Minum airnya selagi hangat

Note: Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur.

Source: Prof Hembing