Minggu, 25 November 2012

JANGAN ANGGAP ENTENG PENYAKIT DIBALIK "BUANG AIR KECIL" TERUS MENERUS




Kita semua nya pasti pernah merasakan dong buang air kecil secara terus menerus?? Ternyata itu bukan hal yang sepele gan.. Bisa saja agan berpotensi terkena Diabetes Insipidus. Sudah Banyak yang berpotensi terkena Diabetes Insipidus tapi kebanyakan dari mereka terlalu menganggap remeh hal ini. Padahal hal ini dapat sewaktu2 membahayakan jiwa siapa saja dan tidak memandang umur.

Pertama kita harus tau dulu salah satu fungsi ginjal dan hormon yang mengatur nya. Makanan dan minuman yang kita konsumsi akan dicerna oleh saluran pencernaan. Yang berguna bagi tubuh akan diserap masuk ke dalam darah dan digunakan untuk proses metabolisme. Sedangkan yang tidak dapat diserap ataupun sisa-sisanya (ampas), akan dibuang dalam bentuk tinja. Ada berbagai hormon yang ikut mengatur pengeluaran urin. Salah satunya yang penting adalah hormon anti diuretik (ADH = anti diuretic hormon) atau lebih dikenal dengan nama vasopresin. Anti diuretik berarti menahan cairan.



Bila tubuh mendeteksi jumlah cairan di dalam tubuh melebihi normal, maka vasopresin akan dikeluarkan ke dalam darah. Namun sebaliknya, bila terdeteksi jumlah cairan dalam tubuh kurang dari normal, maka vasopresin tidak akan dikeluarkan ke dalam darah. Vasopresin yang ada dalam darah berguna untuk meningkatkan permeabilitas epitel duktus pengumpul ginjal (salah satu komponen ginjal) terhadap air, sehingga jumlah urin yang dihasilkan meningkat. Sekarang kita telah mengetahui tentang salah satu fungsi ginjal dan homon yang mengaturnya. Hal ini menjadi dasar bagi kita untuk dapat mengerti dengan baik tentang diabetes insipidus.

Apa itu Diabetes Insipidus?
Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).

Ada dua macam diabetes insipidus, yaitu :
1.Diabetes insipidus sentralis, dimana terjadi penurunan pembentukan hormon antidiuretik atau vasopresin.
2.Diabetes insipidus nefrogenik, dimana kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini.

Penyebab diabetes insipidus sentralis, antara lain :
1.Tumor-tumor pada hipotalamus
2.Tumor-tumor besar hipofisis dan menghancurkan nukleus-nukleus hipotalamik
3.Trauma kepala
4.Cedera operasi pada hipotalamus
5.Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak
6.Penyakit-penyakit granulomatosa

Penyebab diabetes insipidus nefrogenik antara lain:
1.Penyakit ginjal kronik (penyakit ginjal polikistik, medullary cystic disease, pielonefretis, obstruksi/sumbatan ureteral, gagal ginjal lanjut
2.Gangguan elektrolit (hipokalemia, hiperkalsemia)
3.Obat-obatan (litium, demoksiklin, asetoheksamid, tolazamid, glikurid, propoksifen)
4.Penyakit sickle cell
5.Gangguan diet


Apa Gejala dari diabetes insipidus?
Rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan dan terlalu sering. Dan seringkali hal tersebut adalah satu-satunya gejala. Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia.

Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan (3,8-38 L/hari). Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah dan syok. Penderita terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam hari.

Bila mengalami gejala-gejala seperti disebut di atas, pergilah ke dokter. Dan dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk menyingkirkan diabetes melitus (kencing manis) dilakukan pemeriksaan gula pada air kemih.

Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik.


Bagaimana Pemeriksaan Pada Diabetes Insipidus?
Ada beberapa pemeriksaan pada Diabetes Insipidus, antara lain:
Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik. Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik:
- pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti
- tekanan darah naik
- denyut jantung kembali normal.
Apapun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui volume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan vasopresin sintetis, pada Diabetes Insipidus Sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada Diabetes Insipidus Nefrogenik tidak terjadi apa-apa.


Bagaimana mengobati diabetes insipidus?
Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya.
Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Namun, terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.

Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.

Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Akan tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.


source:kaskus.us

Sabtu, 24 November 2012

RESEP ALAMI REDAKAN GANGGUAN PERUT

Apakah Anda sering mengalami perut terasa berat, sering bersendawa, kembung, atau terasa panas? Keadaan seperti itu sering kali berhubungan dengan gangguan pencernaan, dan ketika menyerang membuat Anda menjadi tidak nyaman dan mengganggu aktivitas.
Gangguan pencernaan sering kali berkaitan dengan kebiasaan makan yang tak sehat dan tingkat stres yang mengakibatkan sekresi cairan perut yang tidak menentu. Saat situasi ini datang menghampiri, Anda tidak perlu terburu-buru ke toko obat untuk membeli antasida untuk mengatasinya.
Ada baiknya Anda mencoba sejumlah resep alami berikut ini. Sepuluh resep berikut ini dapat meringankan keluhan pada pencernaan Anda.
1. Lemon dan jahe
Ini  adalah resep paling sederhana dan bahan-bahannya tersedia di rumah Anda. Yang Anda butuhkan adalah dua sendok makan jus lemon, jahe, dan madu lalu dicampur dengan segelas air hangat. Minum ramuan ini setelah makan.
2. Jeruk
Jika Anda berpikir resep di atas sulit, cobalah memakan jeruk setelah makan. Para ahli mengatakan, memakan jeruk dapat memberikan istirahat pada organ-organ pencernaan dan dapat memberikan gizi yang cukup.
3. Anggur
Siapa yang dapat menduga adanya hubungan antara buah anggur dan kesehatan pencernaan? Anggur ternyata adalah buah lezat yang dikenal dapat menghilangkan iritasi pencernaaan dan lambung.
4. Lemon
Jika Anda mencari pencegahan, meminum air lemon hangat sebelum makan adalah hal terbaik. Campurkan satu sendok makan jus lemon ke dalam segelas air hangat dan minumlah sebelum makan. Seperti Anda ketahui, air lemon hangat dapat mencegah gangguan pencernaan akibat asam. Jus lemon membantu menyembuhkan gangguan percernaan karena dapat melawan bakteri.
5. Bawang putih dan kedelai
Setiap kali  merasa perut tidak nyaman, ambillah minyak kedelai dan bawang putih lalu pijat perut Anda secara perlahan. Biarkan minyak meresap melalui kulit. Hal ini juga memberikan bantuan instan dari gangguan perncernaan.
6. Soda
Ambil sesendok makan soda dan campurkan dalam segelas air lalu Anda minum. Soda  akan membantu mengurangi nyeri perut dan gangguan pencernaan.
7. Ketumbar
Campurkan beberapa biji jinten dan ketumbar ke dalam segelas air. Lalu tambahkan sedikit garam ke dalam jus tersebut. Anda juga dapat mencoba mencampur 2 sendok teh ketumbar, 1 sendok teh jahe, kapulaga, dan segelas air.
8. Es batu
Dokter menyarankan meletakkan kantong es pada perut Anda yang sedang bermasalah selama setengah jam setelah makan untuk mengurangi  rasa sakit. Anda bahkan bisa mencoba  mandi dengan air hangat pada malam hari untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.
9. Minuman reguler
Kebiasaan minum buttermilk setelah makan adalah salah satu cara mencegah gangguan pencernaan karena dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih cepat.  Teh dari mint dan blackberry juga yang efektif untuk mencegah keluhan pencernaan karena mengurangi masalah lambung.
10. Biji karom
Campurkan biji karom (ajwain) atau juga dikenal sebagai bishops weed dengan sedikit garam.  Resep ini juga diyakni dapat meringankan keluhan pada perut.
Kesehatan adalah kekayaan yang bisa bertahan lama, tetapi Anda kadang-kadang harus menghabiskan banyak uang dalam menjaga kesehatan jika tak berhati-hati. Menjauhi  junkfood dan makanan berlemak atau berminyak akan sangat membantu kesehatan. Olahraga secara teratur juga dapat membantu kesehatan pencernaan. 

Saran Konsumsi Produk Herbal Nanotech
Rhizoma Brazilian Propolis : 3 x sehari @ 5 ~ 10 tetes ( larutkan dg 25ml air)

Source: kompashealth

Jumat, 09 November 2012

GEJALA SERANGAN JANTUNG PADA PRIA DAN WANITA

Pada kenyataannya, serangan jantung bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Serangan jantung pada pria yang seusia dengan wanita yang belum memasuki masa menopause ternyata lebih sering terjadi. Tapi, setelah menopause, risiko wanita mengalami serangan jantung meningkat sampai hampir sama dengan risiko pria. Karena itulah, wanita yang sudah mengalami menopause harus lebih berhati-hati.
Ada gejala serangan jantung yang berbeda antara yang dialami pria dan wanita. Berikut perbedaannya:
Gejala Serangan Jantung Pada Pria (Gejala Umum)
  • Gejala serangan jantung pada pria yang pertama adalah rasa nyeri pada bagian dada atau rasa tidak enak di bagian tengah dada seperti tertekan, berat, dan remuk. Rasa sakit ini bisa berlangsung beberapa menit, atau datang – pergi. Jenis dan tingkat rasa nyeri atau ketidaknyamanan ini berbeda pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (silent ischemia).
  • Gejala serangan jantung pada pria yang ke-dua adalah Rasa sakit atau tak nyaman di bagian-bagian lain pada bagian tubuh atas, termasuk lengan, bahu, leher, rahang, atau perut.
  • Gejala serangan jantung pada pria yang ke-tiga adalah Sulit bernapas atau sesak napas. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmonar atau edema pulmonar).
  • Gejala serangan jantung pada pria yang ke-empat adalah Berkeringat atau berkeringat dingin.
  • Gejala serangan jantung pada pria yang ke-lima adalah Kembung, salah cerna, atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti “rasa panas dalam lambung”).
  • Gejala serangan jantung pada pria yang ke-enam adalah Mual atau muntah.
  • Gejala serangan jantung pada pria yang ke-tujuh adalah Merasa lemah atau gelisah. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang dan menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
  • Gejala serangan jantung pada pria yang ke-delapan adalah Detak jantung yang cepat atau tak teratur.
  • Gejala serangan jantung pada pria yang kesembilan adalah Pusing dan pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
Gejala Serangan Jantung Pada Wanita
Dari penelitian yang dilakukannya terhadap 515 wanita, sebanyak 95% mengatakan bahwa mereka baru mengetahui gejala yang berbeda setelah satu bulan sebelum terkena serangan jantung (Infark Miokard Akut / IMA).
Sebelum terjadi serangan jantung, beberapa gejala yang biasanya dialami wanita antara lain:
  • Gejala sebelum serangan jantung pada wanita yang pertama adalah kelelahan yang tidak biasa (dialami 70% wanita dalam penelitian tersebut)
  • Gejala sebelum serangan jantung pada wanita yang ke-dua adalah gangguan tidur (dialami sekitar 48%)
  • Gejala sebelum serangan jantung pada wanita yang ke-tiga adalah sesak napas (dialami sekitar 42%)
  • Gejala sebelum serangan jantung pada wanita yang ke-empat adalah gangguan pencernaan (dialami sekitar 39%)
  • Gejala sebelum serangan jantung pada wanita yang ke-lima adalah rasa ketakutan (dialami sekitar 35%)
Saat serangan jantung terjadi, ada beberapa gejala yang biasa menyertai, yaitu:
  1. Gejala serangan jantung pada wanita yang pertama adalah sesak napas (dialami sekitar 58%)
  2. Gejala serangan jantung pada wanita yang ke-dua adalah lemah (dialami sekitar 55%)
  3. Gejala serangan jantung pada wanita yang ke-tiga adalah kelelahan yang tidak biasa (dialami sekitar 43%)
  4. Gejala serangan jantung pada wanita yang ke-empat adalah keringat dingin (dialami sekitar 39%)
  5. Gejala serangan jantung pada wanita yang ke-lima adalah pusing (dialami sekitar 39%).
Walaupun belum terjadinya serangan jantung, tapi salah satu yang harus diwaspadai juga adalah Gejala Lemah Jantung.

Source: MedHealth


Minggu, 04 November 2012

11 TANAMAN HERBAL DAPAT MENCEGAH DAN MENGOBATI DIABETES


11 Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes berikut ini bisa menjadi alternative bagi Anda yang menderita diabetes.  Selain secara medis, sejak zaman kuno berbagai ramuan alami sebenarnya sudah digunakan untuk mengobati diabetes. Hingga saat ini diabetes masih jadi penyakit yang berbahaya dan bisa menyerang siapa saja, terutama diabetes tipe 2. Bahkan kini diabetes tak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Penelitian ilmiah telah menegaskan efektivitas beberapa tumbuh-tumbuhan tertentu untuk mengatasi diabetes.

1. Lidah buaya
Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes adalah Lidah Buaya. Lidah buaya kerap dianggap sebagai ‘ramuan penyembuh’. Getah kering lidah buaya dan gel (bagian dalam daun) digunakan secara tradisional untuk mengobati diabetes karena diyakini dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c..  

2. Bawang putih
Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes adalah bawang putih. Bawang putih dianggap sebagai ramuan terbaik untuk  menurunkan gula darah serta perbaikan sel-sel pankreas dan merangsang pankreas untuk memproduksi insulin. Ini telah terbukti dalam berbagai penelitian, namun sayang masih banyak yang tidak memanfaatkannya.

3. Fenugreek
Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes adalah Fenugreek. Fenugreek adalah sejenis tanaman biji-bijian yang banyak tumbuh di Asia dan sering digunakan oleh masyarakat India sebagai bumbu penyedap masakan. Tanaman ini punya kemampuan untuk mengontrol kadar glukosa darah dan telah banyak digunakan untuk mengendalikan diabetes.

4. Kayu manis
Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes adalah Kayu manis. Kayu manis berkhasiat membuat sel-sel lemak lebih mudah diakses insulin dan meningkatkan konversi glukosa menjadi energi. Selain itu juga menghambat pembentukan radikal bebas yang berbahaya.

5. Daun mangga
Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes adalah daun mangga. Daun Mangga diketahui sebagai obat yang efektif pada diabetes . Caranya, cukup dengan merendam daun mangga semalaman dalam secangkir air. Setelah itu, tiriskan daun keluar dan minum airnya. Hal ini membantu untuk meringankan gejala diabetes.

6. Kemangi
Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes adalah kemangi. Penelitian telah menunjukkan bahwa kemangi memiliki efek positif pada glukosa setelah makan dan saat puasa. Ramuan ini dapat memfasilitasi proses sekresi insulin.

7.Ginseng Asia
Tanaman Herbal Bagi Penderita Diabetes adalah ginseng asia. Ginseng Asia umumnya digunakan dalam pengobatan tradisional Cina untuk mengobati diabetes. Tumbuhan ini mempunyai efek langsung dalam menurunkan gula, meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas dan meningkatkan jumlah reseptor insulin.

8. Blueberry
Penelitian di University of Michigan Cardiovascular Center menunjukkan bahwa mengonsumsi dua persen kalori harian dari Blueberry dalam waktu 90 hari mampu menurunkan lemak di perut. Tak hanya itu, blueberry juga meningkatkan sensitivitas insulin serta menurunkan tingkat gula dalam darah.

9. Buncis
Buncis memiliki serat yang sulit dicerna. Ini berarti sistem pencernaan harus bekerja lebih keras dan membakar kalori lebih banyak. Selain itu, GI rendah dalam buncis tidak akan mempengaruhi tingkat gula dalam darah. Anda bisa mengonsumsi buncis untuk menggantikan makanan dengan tingkat GI tinggi seperti nasi putih.

10. Kacang
Semua jenis kacang sangat efektif digunakan untuk menurunkan berat badan dan mengontrol tingkat gula dalam darah. Kacang yang kaya akan asam lemak omega-3 juga mampu menurunkan gula darah. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi walnut setiap hari mampu mengurangi tingkat gula darah hingga delapan persen.

11. Cabe merah
Cabe merah yang kaya capsaicin membantu Anda untuk membakar lemak, kalori, dan meningkatkan metabolisme. Tak hanya itu saja, sebuah penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi cabe merah selama 10 minggu bisa menurunkan risiko obesitas dan meningkatkan ketahanan insulin.

SeMoGa BeRmAnFaAt......