Senin, 25 Maret 2013

HYALURONIC ACID adalah ZAT UMUR PANJANG


Hyaluronic Acid atau Restiaid Asam hialuronat atau Hyaluronan atau hyaluronic acid atau hyaluronate (atau disingkat HA) adalah suatu zat yang terdapat pada seluruh jaringan tubuh manusia, yang berfungsi mengikat air. Kepentingan akan Hyaluronic Acid tidak dapat dianggap remeh.




Jadi HA adalah polisakarida alami yang menyusun jaringan ikat. Fungsi utama molekul ini adalah untuk menstabilkan struktur interseluler (bagian dalam sel) dan membentuk matriks fluida untuk tempat pengikatan kolagen dan serat elastik.
Di dalam tubuh, asam hialuronat terdapat dalam wujud gel pada kulit dan tali pusat, serta terlarut pada cairan sinovial. Monomer penyusun asam hialuronat adalah disakarida asam N-asetilhialobiuronat.
Hyaluronic Acid atau Restiaid Asam hialuronat atau Hyaluronan atau hyaluronic acid atau hyaluronate (atau disingkat HA)
Seiring dengan pertambahan usia, jumlah asam hialuronat di kulit akan menurun sehingga menyebabkan peningkatan kerutan. Salah satu aplikasi dari asam hialuronat adalah sebagai jaringan pengisi lunak untuk mengatasi lipatan dan kerut di wajah. Beberapa perusahaan kosmetik telah membuat produk dari asam hialuronat yang dapat bertahan lebih lama di jaringan lunak.
Karena kita tahu bahwa sebagian besar dari tubuh kita terdiri dari air. Jadi air adalah sesuatu yang sangat penting untuk kesehatan dan termasuk kecantikan.
HA pada tubuh banyak ditemukan pada:
  • Sendi
  • Kulit
  • Mata
  • Gusi
  • Rambut
Sendi-sendi kita (seperti sikut dan dengkul) semuanya dikelilingi oleh membrane yang dinamakan synovial membrane, yang mana bentuknya seperti kapsul mangelilingi ujung-ujung tulang.
Membran ini menyimpan cairan yang dinamakan synovial fluid. Pada dasarnya, synovial fluid ditemukan pada rongga-rongga sambungan/sendi. Mempunyai banyak fungsi, termasuk menyediakan pelumas, sebagai alat penahan goncangan, dan pembawa nutrisi. Cairan ini melindungi sendi dan tulang.

Tetapi akibat dari bertambahnya usia, maka kandungan Hyaluronic Acid akan semakin berkurang. Dan apa yang akan terjadi jika sendi kekurangan Hyaluronic Acid ? Sendi akan terasa sakit, sehingga sulit untuk beraktifitas. Penyakit ini disebut Osteoarthritis.
Fungsi HA pada Mata
HA juga berfungsi untuk memperjelas penglihatan, memberikan pelumas pada mata. Karena bola mata kita dikelilingi oleh HA. HA juga biasanya digunakan pada pengoperasian mata, khususnya pada operasi katarak dan glaucoma.
Fungsi HA terhadap Otak
Besaran otak akan mengecil karena usia bertambah. Ini disebabkan karena kandungan air dan Hyaluronic Acid pada otak yang berkurang, sehingga akan menyebabkan pikun. Untuk itu untuk menjaga agar besaran otak tetap, maka kita perlu suplai kembali Hyaluronic Acid.

(1) Epidermis, (2) Dermis, (3) HA, (4) Collagen
Fungsi HA pada Kulit
HA pada kulit terdapat pada epidermis dan dermis. Pada Dermis, HA mengisi ruang antara collagen dan elastin.
Karena faktor usia dan sinar matahari , maka menyebabkan hilangnya kadar air dan kandungan HA pada lapisan dermis dan epidermis yang menyebabkan kulit kusam, kasar dan berkerut.
Secara umum Fungsi HA pada kulit :
  • Melembabkan kulit dengan mengikat air
  • Mengisi celah yang kosong pada kulit
  • Meningkatkan metabolisme kulit
  • Meningkatkan elastisitas kulit, mengurangi garis-garis halus pada wajah
  • Mengaktifkan kembali sel matrik, pembentukan collagen
Fungsi lain dari HA adalah:
  • Meningkatkan Vitalitas
  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Pertumbuhan rambut
  • Memperbaiki jaringan
  • Meningkatkan daya ingat
  • Meningkatkan kepadatan tulang
  • Kestabilan emosi
  • Meningkatkan potensi seksual
  • Menguatkan organ-organ dalam
Tingkat Kandungan HA Pada Tubuh Manusia:
Bayi – usia 20 tahun: Kandungan HA sekitar 80% – 100%
Setelah berusia 25 tahun: Kandungan HA sekitar 65%
Setelah berusia 50 tahun: Kandungan HA sekitar 45%
Setelah berusia 60 tahun: Kandungan HA sekitar 25%
Keberadaan air dan Hyaluronic Acid pada tubuh adalah sangat penting. Karena apabila kandungan kedua zat tersebut tercukupi, maka masalah yang selalu ditakuti setiap orang, kini telah terjawab. Hidup sehat dan awet muda dengan Hyaluronic Acid.
 
Lalu,  pada makanan apa terdapat zat Hyaluronic Acid ini? Salah stunya adalah pada Satoimo atau Talas Jepang atau yang sering dinamai juga Taro Potato.
Satoimo (Colocasia esculenta) yang dikenal dengan nama Taro Potato atau Talas Jepang merupakan rahasia sehat dan panjang umur serta awet muda di Jepang, yang masih dipertahankan hingga saat ini.
Sejarah Ditemukannya Satoimo
Ada sebuah desa di Jepang disebut Yuzuri Hara di mana penduduk di sana hidup hingga usia lebih dari sembilan puluh tahun, dengan kondisi yang masih luar biasa, bugar dan sehat. kebun Satoimo Selain itu, mereka terlihat muda pada usia 50 tahun, meskipun pada umumnya mereka bekerja di luar di bawah sinar matahari sepanjang hari. Penyakit seperti kanker dan Alzheimers hampir tidak dikenal di daerah ini, bahkan di kalangan perokok berat. Setelah diselidiki rahasia sehat, awet muda dan panjang umur di desa Yuzuri Hara adalah SATOIMO.
Penelitian mengenai Satoimo telah dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa satoimo sangat kaya akan Hyaluronic Acid (HA), substansi yang diproduksi secara alami oleh tubuh kita yang jumlahnya berlimpah ketika kita masih muda.

Talas Jepang (Satoimo)
Sayangnya hyaluronic acid ini berkurang seiring dengan bertambahnya usia, sehingga kulit menjadi keriput, bergaris, kering dan lainnya.
Efek serupa pun ditunjukan oleh organ-organ bagian dalam tubuh kita. Dimana hyaluronic acid sangat diperlukan oleh tubuh, agar tubuh tetap dalam kondisi baik dan berfungsi dengan baik hingga tahap seluler.
Selain itu, Hyaluronic acid sangat berperan dalam kesehatan sendi, penglihatan, jaringan penghubung (connective tissue), mempercepat proses penyembuhan luka, dan sangat berperan dalam pembentukan kolagen.
Manfaat Collagen bagi tubuh Manusia:
  • Membantu meremajakan kulit & mencegah penuaan kulit
  • Membantu mengatasi masalah tulang / osteoarthritis dengan cara mengurangi nyeri, meningkatkan pergerakan dari sendi, memperkuat jaringan ikat & dapat mempercepat proses penyembuhan
  • Memperkuat pembuluh darah & meningkatkan sirkulasi sehingga dapat membantu mengurangi resiko penyakit jantung.
Ada pertanyaan, apa beda talas Jepang Satoimo (Colocasia esculenta) dengan talas yang ada di Indonesia misal talas yang terkenal, Talas Bogor (Colocasia giganteum). Selain di Bogor talas di Indonesia juga banyak dijumpai di daerah Malang dan Bali.
Talas bogor masuk dalam genus Xanthosoma juga tersebar di kawasan Asia dan mempunyai nama yang juga berbeda, seperti malanga, otoy, otoe, new cocoyam, tannia, tannier, yautía, macabo, taioba, dasheen, quequisque, ʻape (di Papua New Guinea) dan di Singapore disebut juga taro (taro kongkong). Sedangkan jenis tumbuhannya di Indonesia dinamakan keladi.
Namun talas Jepang ini jika dilihat dari fisiknya lebih mendekati umbi yang di Indonesia disebut Bentul. Dan dari fisik pohonnya juga tak jauh berbeda dengan bentul. Sedangkan talas Bogor memiliki daun yang lebih besar dari bentul. Namun bisa jadi, mungkin tak banyak berbeda pula dari zat yang terkandung di dalamnya. Bagaimana? Anda mau mencobanya?


Satoimo/Tales Jepang/Taro Potato (Colocasia esculenta) (Indonesia-Keladi)

sumber: wikipedia/havitalindonesia.com

Kamis, 07 Maret 2013

MENGATASI OSTEOARTHRITIS (PENGAPURAN SENDI)

Definisi dan Deskripsi Osteoarthritis

Osteoarthritis (OA)adalah peradangan sendi yang bersifat kronis dan progresif disertai kerusakan tulang rawan sendi berupa disintegrasi (pecah) dan perlunakan progresif permukaan sendi dengan pertumbuhan tulang rawan sendi (osteofit) di tepi tulang.


Kartilago Hyalin (jaringan tulang rawan) adalah jaringan elastis yang berfungsi sebagai bantalan dimana tulang bertemu dan bergerak. Fungsinya ibarat penyangga atau shock breaker pada mobil. Bantalan ini juga bermanfaat sebagai pelumas. Dengan adanya bantalan tersebut, maka tidak akan terasa sakit saat menggerakkan persendian. Apabila kerusakan kartilago hyalin berlangsung lebih cepat daripada kemampuannya untuk memperbaiki dirinya sendiri, maka terjadi penipisan tulang rawan dan kehilangan pelumas sehingga kedua tulang akan bersentuhan. Inilah yang menyebabkan rasa sakit pada sendi.

Setelah terjadi kerusakan tulang rawan, sendi dan tulangnya juga ikut berubah. Pada permukaan sendi yang sudah aus, terjadilah pengapuran, yaitu tumbuhnya tulang baru yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk menjadikan sendi kembali stabil. Tapi ini justru membuat sendi menjadi kaku.

Berikut ini gambaran tahapan terjadinya pengapuran pada sendi lutut
Image

contoh hasil foto x-ray (rontgen) pada sendi lutut
Image

Sendi yang biasanya menjadi sasaran penyakit ini adalah sendi yang sering digunakan sebagai penopang berat badan seperti sendi lutut, sendi tulang belakang, dan sendi panggul. Selain itu juga pada sendi tangan/kaki. Jika tidak diobati, sakit akan bertambah sampai tidak bisa berjalan. Selain itu, tulang bisa mengalami perubahan bentuk atau deformity. Jika dibiarkan, osteoarthritis dapat menyebabkan cacat permanen pada tulang. Bentuk tulang bisa berubah menjadi bengkok ke dalam ataupun ke luar. Untuk itu penyakit tersebut perlu diwaspadai karena mempunyai dampak jangka panjang. Dampak tersebut umumnya baru dirasakan penderita sekitar 10 tahun kemudian.

cacat permanen (deformity) akibat osteoarthritis pada sendi lutut
Image

Untuk mengetahui gejalanya, harus lewat pemeriksaan laboratorium dan rontgen. Bila ada laju endap darah dan kolesterol meningkat maka dapat diidentifikasi sebagai gejala osteoarthitis sehingga perlu segera diobati.

Osteoarthritis adalah suatu penyakit degeneratif. Ini merupakan aging process yang biasanya terjadi pada mereka yang berada di kelompok usia 50 tahun ke atas, akan tetapi penyakit ini juga bisa menyerang segala usia, termasuk usia remaja.

Ada dua macam Osteoarthritis:
  1. Osteoarthritis Primer: dialami setelah usia 45 tahun, sebagai akibat dari proses penuaan alami, tidak diketahui penyebab pastinya, menyerang secara perlahan tapi progresif, dan dapat mengenai lebih dari satu persendian. Biasanya menyerang sendi yang menanggung berat badan seperti lutut dan panggul, bisa juga menyerang punggung, leher, dan jari-jari.
  2. Osteoarthritis Sekunder: dialami sebelum usia 45 tahun, biasanya disebabkan oleh trauma (instabilitas) yang menyebabkan luka pada sendi (misalnya patah tulang atau permukaan sendi tidak sejajar), akibat sendi yang longgar, dan pembedahan pada sendi. Penyebab lainnya adalah faktor genetik dan penyakit metabolik.
Gejala Osteoarthritis

Secara umum, gejala utama osteoarthritis adalah timbulnya rasa nyeri. Walaupun demikian, penyakit ini bisa tanpa gejala (asimptomatik), artinya walaupun menurut hasil X-ray hampir 70% diantara kita yang melewati usia 70 tahun dideteksi menderita penyakit osteoarthritis, tetapi hanya setengahnya yang mengeluhkan gejalanya, sedangkan sisanya hidup secara normal.
Berikut ini gejala-gejala osteoarthritis:
  1. Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan. Pada mulanya hanya terjadi pada pagi hari, tetapi apabila dibiarkan akan bertambah buruk dan menimbulkan rasa sakit setiap melakukan gerakan tertentu, terutama pada waktu menopang berat badan, namun bisa membaik bila diistirahatkan. Pada beberapa penderita, nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat lama, misalnya duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh. Terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari.
  2. Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian.
  3. Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan.
  4. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.
  5. Kesulitan menggunakan persendian.
  6. Bunyi pada setiap persendian (crepitus). Gejala ini tidak menimbulkan rasa sakit, hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya lutut).
  7. Perubahan bentuk tulang. Ini akibat jaringan tulang rawan yang semakin rusak, tulang mulai berubah bentuk dan meradang, menimbulkan rasa sakit yang amat sangat.
Faktor resiko terjadinya Osteoarthritis:
  1. Usia di atas 50 tahun.
  2. Wanita. Menurut penelitian di Amerika Serikat, osteoarthritis lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Ini berhubungan dengan menopause. Pada periode ini, hormon estrogen tidak berfungsi lagi. Sementara salah satu fungsi hormon ini adalah untuk mempertahankan massa tulang. Bentuk tubuh perempuan juga menjadi penyebab mengapa perempuan lebih berisiko mengalami osteoarthritis. Tubuh wanita lebih lebar di bagian pinggul, sementara laki-laki cenderung lurus. Biasanya lemak bertambah di pinggul dan perut ketika perempuan beranjak tua. Ini jelas akan memberikan beban yang lebih besar untuk lutut.
  3. Kegemukan (obesitas).
  4. Riwayat imobilisasi.
  5. Riwayat trauma atau radang di persendian sebelumnya.
  6. Adanya stress (tekanan) pada sendi yang berkepanjangan ataupun berlebihan (overuse), misalnya pada olahragawan.
  7. Adanya kristal pada cairan sendi atau tulang rawan.
  8. Densitas (kepadatan) tulang yang tinggi.
  9. Neuropati perifer. Neuropati perifer (peripheral neuropathy) adalah penyakit pada saraf perifer. Saraf tersebut adalah semua saraf selain yang ada di otak dan urat saraf tulang belakang (perifer berarti jauh dari pusat).
  10. Faktor lainnya seperti ras, keturunan, dan metabolik.

Pencegahan Osteoarthritis

Osteoarthritis dapat dihindari dengan mengeliminir faktor predisposisi di atas. Sebagai tips, lakukan hal-hal berikut untuk menghindari sedini mungkin Anda terserang osteoarthritis atau membuat osteoarthritis Anda tidak kambuh, yaitu dengan:
  1. Menjaga berat badan. Merupakan faktor yang penting agar bobot yang ditanggung oleh sendi menjadi ringan.
  2. Melakukan jenis olahraga yang tidak banyak menggunakan persendian atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi. Contohnya berenang dan olahraga yang bisa dilakukan sambil duduk dan tiduran.
  3. Aktivitas olahraga hendaknya disesuaikan dengan umur. Jangan memaksa untuk melakukan olahraga porsi berat pada usia lanjut. Tidak melakukan aktivitas gerak pun sangat tidak dianjurkan. Tubuh yang tidak digerakkan akan mengundang osteoporosis.
  4. Menghindari trauma (perlukaan) pada persendian.
  5. Meminum obat-obatan suplemen sendi (atas konsultasi dan anjuran dokter).
  6. Mengkonsumsi makanan sehat.
  7. Memilih alas kaki yang tepat & nyaman.
  8. Lakukan relaksasi dengan berbagai teknik.
  9. Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan.
  10. Jika ada deformitas pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan dibiarkan. Hal tersebut akan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada semua permukaan tulang.

Pengobatan Osteoarthritis

Modifikasi Gaya Hidup

Tidak peduli keparahan atau lokasi OA, tindakan konservatif seperti mengontrol berat badan, istirahat yang tepat, olahraga, dan penggunaan perangkat dukungan mekanis dapat bermanfaat. Dalam OA lutut, lutut kawat gigi dapat membantu. Sebuah tongkat, atau walker bisa mengurangi tekanan pada sendi kaki yang terlibat yang dapat membantu untuk berjalan dan dukungan. Olahraga secara teratur seperti berjalan kaki atau berenang, atau kegiatan lain low impact didorong. Menerapkan panas lokal sebelumnya, dan / atau kemasan dingin setelah latihan, dapat membantu mengurangi rasa sakit, seperti dapat teknik relaksasi. Berat badan bisa menghilangkan stres bersama dan dapat menunda kemajuan meskipun penelitian yang mendukung ini adalah samar-samar.

Tindakan Fisik

saran yang tepat dan pembinaan oleh penyedia layanan kesehatan seperti ahli tulang, ahli terapi fisik, terapis okupasi, dan dokter medis penting dalam manajemen OA, memungkinkan orang dengan kondisi ini untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Fungsional, kiprah, dan pelatihan saldo telah direkomendasikan untuk mengatasi gangguan dari proprioception, keseimbangan, dan kekuatan pada individu dengan artritis sangat rendah. Defisit ini dapat memberikan kontribusi lebih tinggi risiko jatuh pada orang yang lebih tua.

Pendidikan Pasien

Pasien pendidikan telah terbukti membantu dalam manajemen-diri pasien dengan arthritis dalam menurunkan rasa sakit, meningkatkan fungsi, mengurangi kekakuan dan kelelahan, dan mengurangi penggunaan medis. Sebuah meta-analisis menunjukkan pendidikan pasien dapat memberikan rata-rata 20% lebih nyeri bila dibandingkan dengan NSAID sendirian pada pasien dengan OA panggul atau rheumatoid arthritis.

Latihan

Olahraga ringan menyebabkan peningkatan dan penurunan fungsi rasa sakit pada orang dengan osteoarthritis lutut.
gerak yang memadai bersama dan elastisitas jaringan periarticular diperlukan untuk tulang rawan gizi dan kesehatan, perlindungan struktur gabungan dari beban dampak merusak, fungsi, dan kenyamanan dalam kegiatan sehari-hari. Latihan untuk mendapatkan kembali atau mempertahankan gerak dan fleksibilitas dengan intensitas rendah, gerakan terkontrol yang tidak menyebabkan rasa sakit meningkat. kelemahan otot di sekitar sendi osteoarthritic adalah umum ditemukan. Progressive resistif / latihan beban memperkuat otot-otot dengan cara yang lulus untuk memungkinkan memperkuat sementara membatasi cedera jaringan.
Splinting jempol untuk OA pangkal jempol mengarah ke perbaikan setelah satu tahun.
Pada tahun 2002, percobaan, penilai acak buta telah diumumkan menunjukkan efek positif pada fungsi tangan dengan pasien yang dipraktekkan latihan perlindungan rumah bersama (JPE). kekuatan Grip, parameter hasil primer, meningkat 25% pada kelompok latihan versus tidak ada perbaikan pada kelompok kontrol. fungsi tangan global meningkat sebesar 65% bagi mereka JPE melakukan usaha.

 

Obat ( MEDICINE )

 

Parasetamol

Parasetamol (Tylenol / asetaminofen), umumnya digunakan untuk mengobati rasa sakit dari OA, dan direkomendasikan dalam 16 dari 16 pedoman dievaluasi dalam review 2007 dari pedoman yang ada. Sebuah uji coba terkontrol secara acak membandingkan parasetamol dengan ibuprofen di x-ray-terbukti osteoarthritis ringan sampai sedang panggul atau lutut menemukan manfaat yang sama. Namun, parasetamol dengan dosis 4 gram per hari dapat meningkatkan tes fungsi hati. Pada tahun 2006, bagaimanapun, review Cochrane menemukan manfaat kecil (efek ukuran sebesar 0,13) dari parasetamol, menunjukkan signifikansi klinis dipertanyakan. Kebanyakan obat terkemuka di kelas meliputi diklofenak, ibuprofen, naproxen dan ketoprofen. dosis tinggi obat oral sering diperlukan. Namun, diklofenak telah ditemukan untuk menyebabkan kerusakan pada tulang rawan artikular. Bahkan lebih penting lagi semua NSAID sistemik agak berat pada saluran pencernaan, dan dapat menyebabkan gangguan perut, kram, diare, dan ulkus peptikum. Seperti efek samping sistemik biasanya tidak diamati bila menggunakan NSAID topikal, yaitu, pada kulit sekitar area target. Yang biasanya lemah dan / atau efek terapi pendek hidup perawatan topikal tersebut dapat diperbaiki dengan menggunakan obat dalam formulasi yang lebih modern, termasuk atau ketoprofen yang terkait dengan operator Transfersome atau diklofenak dalam larutan DMSO.
Tipe lain dari NSAID, COX-2 inhibitor selektif (seperti celecoxib, dan rofecoxib ditarik dan valdecoxib) sering digunakan tetapi tidak lebih efektif dibandingkan dengan NSAID lainnya. NSAID ini terakhir membawa peningkatan resiko penyakit jantung, dan beberapa kini telah ditarik dari pasar.

 

Kortikosteroid 

Steroid oral tidak dianjurkan dalam pengobatan OA karena manfaat yang sederhana dan tingkat tinggi efek samping. Namun intra - artikular kortikosteroid sementara memperbaiki gejala sebagaimana dijelaskan di bawah.

 

Analgesik opioid

Untuk nyeri sedang sampai berat analgesik opioid seperti morfin atau kodein mungkin diperlukan.

Hangat

Ada beberapa NSAID tersedia untuk digunakan topikal (misalnya diklofenak, ibuprofen, dan ketoprofen) dengan sedikit, jika ada, efek samping sistemik-dan setidaknya beberapa efek terapeutik. Semakin modern NSAID formulasi untuk pemanfaatan langsung, yang berisi obat dalam larutan organik atau pembawa gel berbasis Transfersome, dilaporkan, adalah sebagai efektif sebagai NSAID oral.
Krim dan lotion, mengandung capsaicin, yang efektif dalam mengobati rasa sakit yang terkait dengan OA jika mereka diterapkan dengan frekuensi yang cukup.

Suntik

Sebuah tinjauan 2005 suntikan asam hyaluronic, yang dikenal sebagai vicosupplementation, tidak menemukan bahwa hal itu mengarah pada perbaikan klinis pada OA. Sebuah studi 2009 selanjutnya menemukan hasil yang serupa.
Injeksi glukokortikoid (seperti hydrocortisone) menyebabkan nyeri jangka pendek yang dapat berlangsung antara beberapa minggu dan beberapa bulan.
Komplikasi/efek samping yang bisa terjadi: (i) infeksi, tapi sangat jarang, (ii) yang bersangkutan alergi terhadap bahan obat yang disuntik-kan, (iii) pendarahan, (iv) kerusakan rawan sendi, (v) terjadi jaringan sinovial kristal oleh karena kortiko-steroid yang disuntikkan kurang kelarutannya (kurang encer), (vi) terjadi robeknya tendon/ligamen (vii) terjadi penekanan fungsi cortex adrenal. 

Operasi

Jika manajemen di atas tidak efektif, operasi penggantian sendi mungkin diperlukan. Individu dengan sendi OA sangat menyakitkan mungkin memerlukan pembedahan seperti penghapusan fragmen, reposisi tulang, atau tulang fusing untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi rasa sakit. Arthroscopic intervensi bedah untuk osteoartritis lutut telah ditemukan untuk menjadi tidak lebih baik dari plasebo pada menghilangkan gejala.

Pengobatan alternatif

Sebagian besar pasien dengan arthritis telah mencoba pengobatan alternatif untuk sakit mereka. Berbagai penelitian telah melaporkan beberapa manfaat bagi banyak dari pendekatan ini, termasuk akupunktur dan beberapa suplemen herbal. Namun, tingkat respons cenderung rendah dan ada kekhawatiran tentang bias dalam banyak studi.
  • Review 2007 menyarankan akupunktur merupakan pengobatan yang efektif untuk nyeri dan disfungsi yang berhubungan dengan osteoarthritis lutut
  • Review 2007 disarankan akupunktur berguna untuk pasien yang lebih tua dengan osteoartritis lutut dan unggul ke daftar tunggu atau kelompok perawatan biasa tapi hasilnya tidak secara klinis relevan untuk palsu dan akupunktur aktual dan dianggap berasal dari efek plasebo.
  • Review 2007 menemukan bahwa electroacupuncture dikaitkan dengan bantuan jangka pendek nyeri lutut osteoarthritic lebih baik dari plasebo, tapi akupunktur manual tidak, dan kualitas dari artikel ditinjau dengan ukuran sampel yang kecil dapat merusak validitas kesimpulan.
  • Review 2008 menunjukkan ada bukti kualitas moderat yang akupunktur mengurangi rasa sakit untuk pasien dengan osteoarthritis lutut, bukti untuk latihan dan pengurangan berat badan lebih tinggi, dan fungsi fisik juga meningkat dan cacat yang dilaporkan sendiri masing-masing
  • Satu set 2008 dari rekomendasi konsensus yang dihasilkan oleh Osteoarthritis Research Society International menyimpulkan akupunktur yang mungkin menawarkan manfaat simptomatik untuk osteoartritis lutut atau hip
  • Sebuah penilaian tahun 2008 menyarankan bahwa akupunktur menyediakan manajemen jangka pendek nyeri lutut osteoarthritis-terkait. Namun, pengobatan jangka pendek dengan akupunktur tidak memiliki manfaat jangka panjang.

Glucosamine / Chondroitin

Ada kontroversi mengenai efektivitas glukosamin untuk OA lutut. Review 2005 menyimpulkan bahwa glukosamin dapat meningkatkan gejala OA dan menunda perkembangannya. Namun, sebuah studi besar berikutnya menunjukkan bahwa glucosamine tidak efektif dalam mengobati OA lutut, dan 2007 meta-analisis yang menyertakan uji coba ini menyatakan bahwa glukosamin hidroklorida tidak efektif .. Selain itu, dalam analisis in vitro glukosamin telah mengungkapkan bahwa glukosamin menghambat karakteristik sel tulang rawan. Ada "mencolok" perbedaan antara hasil yang dilaporkan dari penelitian melibatkan glukosamin sulfat dibandingkan dengan glukosamin hidroklorida, dengan glukosamin sulfat melaporkan ukuran efek 0,44 dibandingkan dengan efek ukuran 0,06 dari glukosamin hidroklorida; Osteoarthritis Research Society International merekomendasikan glukosamin menghentikan jika tidak ada efek diamati setelah enam bulan. Ada kekhawatiran bahwa bias industri telah mempengaruhi persidangan sebelumnya, meskipun konsensus OARSI penilaian tahun 2008 menyatakan bahwa ini adalah "kebenarannya". Tidak ada efek samping telah diamati. Liga Eropa Melawan Rematik pedoman praktek merekomendasikan glukosamin.
Chondroitin sulfat juga menjadi suplemen makanan banyak digunakan untuk pengobatan osteoarthritis, baik dalam kombinasi dengan glucosamine dan dengan sendirinya. Sebuah meta-analisa dari percobaan terkontrol acak tidak menemukan manfaat dari kondroitin, meskipun hal ini meta-analisis mencakup hanya 3 uji coba, satu yang memiliki "respons placebo yang sangat tinggi" dan salah satu yang diterbitkan sebagai hanya abstrak. Sebuah sidang 2004 membandingkan SAMe dan celecoxib menemukan bahwa selama bulan pertama kelompok SAMe melaporkan nyeri lebih, tapi setelah itu tidak ada perbedaan yang signifikan antara SAMe dan celecoxib pada mengurangi rasa sakit. Kelompok SAMe melaporkan sisi agak sedikit efek, konsisten dengan review sebelumnya.
  • resin Kemenyan dari "Serrata boswellia" kemenyan pohon-India adalah pengobatan tradisional untuk artritis dalam pengobatan Ayurveda.
  • Bromelain, enzim protease diekstraksi dari keluarga tanaman Bromeliaceae (nanas), blok beberapa metabolit proinflamasi.
  • Antioksidan, termasuk vitamin C dan E dalam baik makanan dan suplemen, memberikan bantuan nyeri dari OA.
  • Jahe (rimpang) ekstrak - telah meningkatkan gejala lutut moderat.
  • Kekurangan Selenium telah berkorelasi dengan risiko yang lebih tinggi dan beratnya OA.
  • Vitamin B9 (folat) dan B12 (cobalamin) diambil dalam dosis besar telah dipikirkan untuk mengurangi nyeri OA tangan dalam sebuah studi sangat kecil, non-kuantitatif dari 25 orang, hasil yang sangat jelas yang terbaik.
  • Kekurangan vitamin D telah dilaporkan pada pasien dengan OA, dan suplemen dengan vitamin D3 dianjurkan untuk menghilangkan rasa sakit.

Untuk tips perawatannya:
  • Berikan kompres air hangat pada bagian yang sakit untuk mengurangi nyeri, relaksasi, dan melancarkan aliran darah.
  • Berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa sakit dan ketegangan otot saat terjadi kekambuhan.
              SEMOGA BERMANFAAT...............
source: - THE HUMAN BODY BOOK (Guide to ITS STRUCTURE, FUNCTION AND DISORDERS)
             - Resensi dr FEBRI LOVA

Jumat, 01 Maret 2013

8 TANDA ANDA SUDAH SEHAT


Pada dasarnya ada angka atau patokan yang harus kita ingat dalam urusan kesehatan. Artinya, kita harus tahu berapa angka tekanan darah yang normal atau kadar kolesterol. Dengan tahu angka-angka ini, kita bisa menjaga diri sehingga tak perlu sampai kebablasan dan menanggung akibat yang jauh dari menyenangkan. Menurut para pakar, setidaknya Anda perlu mendapatkan delapan angka penting ini. Silakan dibaca dan dicamkan selalu!

1. Tekanan darah: 120/80
Menurut dr Arthur Tan, spesialis jantung dari Gleneagles Hospital, darah tinggi berpotensi menjadi pembunuh nomor satu di dunia di tahun 2020. Darah tinggi sering menyerang tanpa gejala. Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah rutin wajib hukumnya. Lakukan sebulan sekali dengan alat ukur digital pribadi, atau setahun dua kali oleh dokter.

Pastikan tekanan darah tidak lebih dari 120/80 mmhg. ”Paling tidak 10 di atas atau di bawah 120/80. Lebih atau kurang dari itu harus mendapat perawatan dokter,” jelas dr Wiwin Ristanto SpB, spesialis bedah dan kewanitaan RS Onkologi Surabaya.

2. Kolesterol: 2 banding 1
Menurut dr Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, spesialis gizi klinis dari RS Melinda Bandung, apabila kadar kolesterol total kita di atas 200 mg/dL, itu disebut tinggi. Yang normal adalah jika di bawah 200 mg/dL. Dengan perhitungan, LDL (kolesterol buruk) di bawah 100 mg/dL dan HDL (kolesterol baik) di atas 45 mg/dL.

Singkatnya, perbandingan antara LDL dan HDL adalah 2:1. Semakin tinggi kadar HDL, semakin tinggi pula perlindungan terhadap penyakit jantung koroner.

3. Lingkar pinggang: kurang dari 80 cm
Bagi wanita dewasa, ukuran lingkar pinggang sebaiknya tak lebih dari 80 cm. Kalau di atas itu, artinya di bawah perut ada tumpukan lemak yang tak diperlukan, dan membuat kita kelebihan berat badan. Ada dua jenis penumpukan lemak di area perut: di bawah kulit dan di dalam organ. ”Yang berbahaya adalah jenis kedua karena dapat mempertinggi risiko diabetes tipe-2, hipertensi, fatty liver, stroke, dan penyakit jantung koroner,” tutur dr Johanes.

4. Inflamasi: di bawah 10.000
Inflamasi terjadi pada tubuh kita saat mengalami peradangan. Kita bisa mengetahui tingkat peradangan tubuh dengan mengukur kadar C-reactive protein (CRP) yang diproduksi oleh liver dan merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh.

Menurut dr Wiwin, CRP yang normal adalah di bawah 10.000. Ini artinya, risiko kita mendapat gangguan jantung rendah. Tingkat peradangan di atas 15.000 harus diterapi dan dicari sumbernya karena mungkin ada penyakit terpendam. Misalnya, gangguan sistem imunitas.

5. Vitamin D: minimal 30
Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko gangguan hati, multiple sclerosis, gangguan imunitas, dan osteoporosis. Risiko osteoporosis ditentukan oleh gaya hidup, jenis kelamin, dan usia. Wanita lebih rentan mengalami kerapuhan tulang dibanding pria. Risiko bertambah ketika memasuki usia menopause.

Kita bisa mencegah osteoporosis dengan menabung kalsium sejak dini. Supaya penyerapan kalsium maksimal, tubuh kita perlu vitamin D. Demikian info dari National Institute of Health. Untuk mengetahui berapa kadar vitamin D kita, lakukanlah tes darah. Kadar vitamin D per hari yang direkomendasikan adalah lebih dari 30.

6. Gula darah: kurang dari 140
The Western Pacific Declaration on Diabetes menyebutkan, diabetes melitus (bukan turunan) sudah menjangkiti remaja dan anak-anak. Faktor penyebab utamanya adalah kegemukan. Semakin banyak jaringan lemak (terutama di perut), semakin resistan otot dan sel terhadap insulin. Dengan kata lain, kegemukan dapat menghambat kerja insulin sehingga gula darah naik.

Jadi, kita harus selalu menjaga agar kadar gula darah tetap normal. Masih menurut dr Johanes, tinggi atau rendahnya kadar gula darah tergantung pada kondisi kita saat diperiksa. Kadar gula darah normal setelah berpuasa selama 6-8 jam, adalah 70-100 mg/dL, sedangkan kadar gula darah 2 jam setelah  makan yang normal adalah di bawah 140 mg/dL.

7. Kepadatan tulang: -2,5
Untuk mengetahui seberapa padat tulang kita, lakukan tes kepadatan tulang atau bone mass density (BMD). Dr Michael Triangto, SpOK, dari Slim+Health Sports Therapy mengatakan bahwa batasan osteoporosis adalah T-score -2,5. Jika nilainya lebih dari -2,5, berarti termasuk osteoporosis. Jika kurang, artinya osteopenia (sebelum masuk osteoporosis). Tes kepadatan tulang dianjurkan bagi wanita menopause, pernah patah tulang, punya riwayat keluarga osteoporosis, dan berstruktur tulang belakang tidak normal.

8. Denyut jantung istirahat: 60-80
Sehat atau tidaknya kondisi fisik kita bisa juga ditandai dengan denyut jantung saat istirahat (resting heart rate). Paling baik mengukur denyut jantung istirahat adalah ketika baru bangun tidur.

Caranya, tekan nadi di pergelangan tangan atau di leher di bawah rahang dengan jari telunjuk. Hitung denyutnya selama 15 detik, lalu hasilnya kalikan 4. Kata dr Wiwin, denyut jantung istirahat yang normal bagi wanita dewasa adalah 60-80 per menit. Jika denyut jantung istirahat seseorang melebihi batas, berarti jantungnya bekerja terlalu keras sehingga lebih berisiko mengalami serangan jantung atau stroke.

Source: Prevention Indonesia