Senin, 03 Januari 2011

ENDOMETRIOSIS

Endometriosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita. Pada endometriosis, endometrium yang normalnya terdapat pada uterus, tumbuh pada tempat lain. Paling sering pertumbuhan ini berada di tuba falopi, ovarium atau jaringan yang melapisi pada panggul. Ketika jaringan endometrial terdapat di tempat lain didalam tubuh, jaringan ini bekerja secara normal saat siklus menstruasi. Jaringan ini menebal, pecah dan berdarah setiap bulan. Karena tidak ada tempat bagi darah yang dapat mengantikan jaringan ini untuk keluar dari tubuh, darah menjadi terjebak, dan jaringan di sekitar dapat teriritasi. Darah yang terjebak dapat membentuk kista, luka sobek dan adhesions – jaringan abnormal yang yang mengikat organ secara bersamaan. Proses ini dapat menyebabkan nyeri pada pinggul, khususnya pada saat menstruasi. Endometriosis juga dapat menyebabkan masalah kesuburan.

GEJALA
Endometriosis dapat terasa ringan, sedang atau parah, dan tanpa perawatan akan menjadi bertambah buruk seiring dengan waktu. Beberapa wanita dengan endometriosis tindak memiliki tanda dan gejala, dan penyakit ini diketahui hanya ketika potongan jaringan endometrial (implant) ditemukan di luar uterus secara tidak sengaja pada saat operasi yang tidak terkait, seperti tubal ligation. Pada wanita lainnya dapat mengalami satu atau lebih tanda dan gejala :

• Periode rasa sakit (dysmenorrheal). Nyeri pada pinggul dank ram dapat dimulai sebelum dan beberapa hari periode menstruasi, dapat termasuk nyeri punggung bagian bawah dan daerah perut. Tingkat keparahan tidak didasarkan pada indikator yang pasti. Beberapa orang dengan endometriosis ringan dapat mengalami sakit yang parah, sementara wanita lainnya yang memiliki endometriosis lebih parah dapat memiliki sakit yang ringan atau bahkan tidak sama sekali.

• Nyeri pinggul pada waktu lainnya. Anda dapat mengalami nyeri pinggul pada saat ovulasi, nyeri yang tajam di pinggul pada saat berhubungan seksual, atau nyeri pada saat pergerakan usus atau ketika buang air kecil.

• Pendarahan yang berlebihan. Anda terkadang dapat mengalami periode yang berat (menorrhagia) atau pendarahan di antara periode (menometrorrhagia).

• Ketidaksuburan. Endometriosis pertama di diagnose pada beberapa wanita yang menjalani perawatan akibat ketidaksuburan.

Endometriosis sering salah disangka sebagai kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri pada pinggul, seperti pelvic inflammatory disease (PID) atau kista ovarium. Penyakit ini juga sering disalahartikan dengan sindrom iritasi pada usus (IBS), kondisi yang menyebabkan diare, konstipasi dan kram pada perut. IBS dapat disertai endometriosis, yang dapat terdiagnosis berkomplikasi.

Penyebab; Faktor Risiko dan Pencegahan

Penyebab

Penyebab endometriosis belum diketahui. Para ahli mempelajari bahwa hormon dan sistem imun memainkan peran pada kondisi ini. Salah satu teori menganggap bahwa darah menstruasi yang mengandung sel endometrial mengalir kembali melalui tuba falopi, kemudian mengakar dan tumbuh. Hipotesis lain menduga bahwa aliran darah membawa sel endometrial ke bagian lain tubuh. Teori lain berspekulasi kecenderungan pada endometriosis mungkin dibawa melalui gen dalam keluarga tertentu. Kesalahan respon sistem imun juga dapat berkontribusi pada pembentukan endometriosis.

Faktor Risiko

Diantara faktor yang membuat anda berisiko tinggi mengalami endometriosis adalah:
• Memiliki ibu yang terdiagnosis endometriosis
• Tidak pernah melahirkan
• Memiliki siklus menstruasi lebih pendek dari 27 hari dengan pendarahan yang berakhir dalam 8 hari
• Memiliki kondisi medis yang mencegah perjalanan aliran menstruasi secara normal
• Mengalami kerusakan sel pada jaringan di dalam rongga pinggul karena infeksi sebelumnya
• Berkulit putih atau orang asia

Endomestriosis biasanya membutuhkan beberapa tahun setelah menstruasi terjadi. Ketika menstruasi berhenti secara permanen dengan menopause atau berhenti secara sementara karena kehamilan, tanda dan gejala endometriosis akan berhenti. Endometriosis akan mulai kembail setelah kehamilan ketika menstruasi datang kembali. Pada kasus yang langka, terapi pengganti hormon setelah menopause dapat mengaktifkan kembali penyakit ini.

Pencegahan

Karena penyebab endometriosis belum dipastikan, maka tidak ada cara tertentu untuk mengelola risiko endomestriosis. Meskipun penyakit ini cenderung terjadi pada wanita yang tidak pernah melahirkan tetapi banyak faktor lain memainkan peran penting. Keadaan endometriosis merupakan hal yang umum dalam gangguan ginekologi, namun seringkali hal ini menyulitkan serta masih menjadi teka teki, yang mempunyai beberapa faktor risiko yang telah diidentifikasi. Konsumsi minyak ikan berkaitan dengan perbaikan gejala-gejala terhadap wanita yang mengalami dismenore primer, dan dapat menurunkan risiko endometriosis pada studi binatang coba secara transplantasi. Rantai panjang asam lemak Omega-3, yang telah lama dihubungkan dengan kemampuannya untuk mengurangi risiko penyakit jantung, bisa ditemukan di minyak ikan. Sementara lemak trans yang meningkatkan risiko penyakit jantung digunakan di ribuan makanan yang diproses.

Peneliti Dr. Stacey Missmer dan rekan dari Universitas Harvard, Boston – Amerika Serikat sebagaimana hasil penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Human Reproduction edisi Maret 2010 menyampaikan bahwa penggunaan asam lemak Omega-3 mempunyai kemampuan dalam melindungi risiko endometriosis, walaupun hasil penelitian ini harus dikonfirmasi lagi dengan penelitian lebih lanjut. Penelitian dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara diet asupan lemak dan risiko endometriosis, dan para peneliti menganalisa data prospektif selama 12 tahun dari the Nurses' Health Study II yang dimulai tahun 1989. Asupan diet lemak didapatkan melalui akses kuesioner frekwensi makanan pada tahun 1991, 1995 dan 1999. Peneliti menggunakan model Cox proportional hazards untuk asupan total energi, paritas, ras dan indeks massa tubuh pada usia 18, dan secara kumulatif mengakses asupan rata-rata lemak dengan 3 kuesioner diet . Selama follow up 586 153 orang-tahun, dari 1.199 kasus yang terdiagnosa endometriosis secara laparoskopi. Meskipun konsumsi total lemak tidak berkaitan langsung dengan risiko endometriosis, pada wanita yang mengkonsumsi asam lemak rantai panjang / asam lemak omega-3 mempunyai nilai 22% lebih rendah dibandingkan yang kurang mengkonsumsi asam lemak omega-3 ini (95% CI = 0,62–0,99; dengan nilai P test for linear trend (Pt) = 0,03). Sebagai tambahan kuantil tertinggi lemak trans asupan lemak tak tersaturasi adalah 48% lebih banyak pada yang terdiagnosa endometriosis (95% CI = 1,17–1,88 dengan nilai Pt = 0,001). Sehingga wanita yang banyak mengkonsumsi lemak trans, meningkatkan 48 persen risikonya terserang endometriosis. Sementara mereka yang dietnya kaya akan minyak Omega-3, malah risikonya turun 22 persen.

Dari data disimpulkan oleh peneliti bahwa asupan spesifik lemak tertentu berkaitan dengan insidens dari endometriosis yang dikonfirmasi dengan laparoskopi, dan hubungan ini terindikasi sebagai suatu risiko modifikasi. Bukti tambahan lainnya, pemindahan asam lemak trans minyak terhidrogenasi dari rantai makanan, dapat memberikan dukungan dalam menghindari gangguan terhadap penyakit lainnya

Senin, 20 Desember 2010

INILAH OBAT CANCER PALING AMPUH YANG DI TUTUPI SELAMA BERTAHUN- TAHUN

Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya Sepuluh Ribu Kali Lipat lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia, yaitu BUAH SIRSAK

TAPI MENGAPA KITA TIDAK TAHU..?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat-rapatnya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia. Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon graviola ini. Pohonnya rendah, di brazil dinamai "Graviola", di Spanyol "Guanabana" bahasa inggrisnya "soursop". Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis-manis kecut / asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus. Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor / kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit / cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik. Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang-orang Amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh "pohon ajaib", yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa-masa yang akan datang.


Riset membuktikan "pohon ajaib" dan buahnya ini bisa :
1. Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
3. Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
4. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola ditest di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.


Hasil test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
1. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payudara, Prostat, Paru-paru, dan Pankreas.
2. Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
3. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tidak membahayakan / membunuh sel-sel sehat.

Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon "ajaib" ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini? Jawabnya adalah begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan. Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh di hutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

TAPI KISAH SIRSAK INI BERAKHIR DISINI. MENGAPA...?
Dibawah undang-undang federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan. Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa / cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar berangsur-angsur memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk tidak mempublikasikan hasil riset ini. Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif. The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan. Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda. Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh / terganggu, Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif seperti rasa mual dan rambut rontok. Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan paru-paru. Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga-lembaga tersebut di atas. Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang-orang pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika. Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.


Untuk pencegahan :
Disarankan makan atau minum jus buah sirsak.

Untuk penyembuhan :

* 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.
* Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
* Setelah minum, pada beberapa orang efeknya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.

Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat. Daun sirsak ini sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel-sel yang normal.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis-manis kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother's Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.


Sumber : surping.blogspot.com